Rupanya, rasa bersalah itu membebani pikirannya. Denada merasa bersalah karena baru sekarang ia memberanikan diri untuk jujur pada Ressa tentang siapa ibu kandungnya sebenarnya. Ia menyebutnya sebagai sebuah kesalahan, bahkan kebodohan.
"Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf," tutur Denada dengan lugas.
Di balik semua pengakuan itu, ada harapan yang tersisa. Denada berharap Ressa bisa memaafkannya. Ia ingin diterima, meski menyadari dirinya jauh dari sempurna. "Dengan segala kekurangan saya dan dengan keadaan bahwa saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesuai dengan harapan anak-anak saya," ucapnya.
Tak hanya pada Ressa, permintaan maaf juga ia tujukan pada keluarganya yang telah tiada. Denada menyebut nama mendiang ibunya, Emilia Contessa, serta adik-adiknya. Penyesalannya ia tutup dengan sebuah doa.
"Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa dan kekhilafan saya," kata Denada, mengakhiri pernyataan yang penuh gejolak itu.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026