Demam AI Pacu Ekonomi Taiwan Tumbuh Pesat, Tembus 8,6%

- Minggu, 01 Februari 2026 | 07:00 WIB
Demam AI Pacu Ekonomi Taiwan Tumbuh Pesat, Tembus 8,6%

Perekonomian Taiwan baru saja mencatatkan sebuah pencapaian yang luar biasa. Di tahun 2025 ini, pertumbuhannya melesat hingga 8,6 persen. Angka itu bukan sekadar statistik biasa, melainkan laju tercepat yang berhasil mereka raih dalam satu setengah dekade terakhir.

Lalu, apa yang mendorongnya? Jawabannya, lagi-lagi, ada pada chip semikonduktor. Permintaan global yang melonjak terhadap komoditas andalan ekspor pulau itu menjadi mesin penggerak utamanya. Dunia sedang demam AI, dan ternyata, mayoritas chip canggih untuk keperluan kecerdasan buatan itu hanya bisa diproduksi di Taiwan.

Dua ekonom Bank of America, Xiaoqing Pi dan Helen Qiao, melihat tren ini masih akan berlanjut. Dalam catatan terbaru mereka, keduanya cukup optimis.

"Kami memperkirakan permintaan terkait AI akan terus menopang kinerja ekspor Taiwan hingga 2026. Ini tentu mendukung pertumbuhan ekonomi secara lebih luas, apalagi di tengah investasi global di bidang AI yang tampaknya tak akan mereda," tulis mereka.

Di sisi lain, ada perkembangan politik yang turut berpengaruh. Awal bulan ini, Taiwan berhasil menyepakati sebuah perjanjian perdagangan awal dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Isinya cukup signifikan: tarif AS untuk impor dari Taiwan dipangkas, turun menjadi 15 persen dari yang sebelumnya 20 persen.

Sebagai bentuk timbal balik, Taiwan pun berjanji akan menanamkan modal besar di Amerika. Investasi senilai setidaknya 250 miliar dolar AS itu diarahkan ke sektor-sektor strategis seperti semikonduktor dan AI itu sendiri.

Memang, peran Taiwan dalam rantai pasok teknologi global sudah tak diragukan lagi. Mereka adalah produsen utama untuk server AI, chip komputer, dan berbagai instrumen presisi. Buktinya, ekspor mereka tahun lalu saja melonjak hampir 35 persen dibanding tahun sebelumnya. Demam AI ini jelas membawa angin segar bagi perusahaan-perusahaan teknologi besar di sana.

TSMC, sang raksasa pembuat chip kontrak nomor satu dunia, dan Foxconn yang memproduksi server AI, sama-sama menikmati rekor keuntungan dan pendapatan. Semuanya berkontribusi pada cerita pertumbuhan ekonomi yang sedang panas ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler