39 RT dan Tiga Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Pagi Ini

- Jumat, 30 Januari 2026 | 09:00 WIB
39 RT dan Tiga Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Pagi Ini

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak semalam ternyata meninggalkan jejak yang cukup parah. Menurut data terbaru dari BPBD DKI, tercatat ada 39 RT dan tiga ruas jalan yang masih tergenang air pagi ini.

Mohammad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, memberikan konfirmasinya kepada awak media sekitar pukul tujuh pagi.

"Info terkini genangan per 30 Januari 2026, sampai dengan pukul 07.00 WIB, BPBD mencatat saat ini terdapat 39 RT dan 3 ruas jalan tergenang," jelas Yohan.

Dia melanjutkan, personelnya sudah dikerahkan ke lapangan untuk memantau situasi secara langsung. Tujuannya jelas: memastikan penanganan berjalan cepat.

Tak hanya memantau, koordinasi juga digiatkan. BPBD menggandeng Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat untuk kerja bakti penyedotan air dan mengecek saluran. Para lurah dan camat turun tangan, sambil menyiapkan bantuan dasar buat warga yang terdampak.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," tegas Yohan.

Namun begitu, dia juga mengingatkan warga agar tetap waspada. Kalau ada keadaan darurat, nomor 112 siap dihubungi kapan saja. Layanan itu gratis, operasionalnya 24 jam nonstop.

Lalu, di mana saja titik-titik genangan itu? Sebarannya cukup luas, merata di empat wilayah kota.

Jakarta Barat mencatat 8 RT yang kebanjiran, terutama di Kedaung Kali Angke dan Kembangan Selatan. Airnya sekitar 20 hingga 30 sentimeter, diduga karena hujan lebat ditambah luapan dari Kali Mookervaart.

Di selatan, kondisi lebih mengkhawatirkan. Ada 8 RT di Pejaten Timur, Rawajati, dan Tanjung Barat yang terendam. Kedalamannya fantastis, mulai dari 1,5 meter sampai 3,5 meter! Penyebabnya masih sama: curah hujan tinggi dan Kali Ciliwung yang meluap.

Jakarta Timur jadi wilayah terdampak terbesar. Tak kurang dari 21 RT di enam kelurahan seperti Kampung Melayu, Cawang, dan Bidara Cina terendam banjir. Ketinggian airnya bervariasi, dari 50 cm hingga 350 cm. Lagi-lagi, Ciliwung disebut sebagai biang keroknya.

Sementara di Jakarta Utara, genangan relatif lebih rendah. Dua RT di Cilincing dan Marunda terendam 20-30 cm akibat luapan Kali Nagrak.

Selain permukiman, tiga ruas jalan juga ikut tergenang. Yang paling dalam ada di Gang Langgar, Rawajati, Jakarta Selatan, dengan ketinggian air mencapai 180 cm. Lalu ada Jalan Pulo Raya IV di Petogogan (25 cm) dan Jalan Rawa Indah Dua di Pegangsaan Dua, Jakarta Utara (15 cm).

Situasi ini jelas mengganggu aktivitas warga. Semoga saja upaya penanganan yang sedang berjalan bisa segera mengatasinya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler