JAKARTA - Udara di Posko Pengungsian Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Kampung Gumpang Lempuh, Gayo Lues, terasa berbeda Rabu (17/12/2025) siang. Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah-tengah warga yang terdampak bencana membawa pesan yang jelas: mereka tidak ditinggal sendirian.
“Warga Sumatra, Aceh, semuanya, Bapak-Ibu tidak sendiri. Kami di sini untuk membantu Bapak-Ibu semuanya,” ucap Gibran, menyapa langsung para pengungsi.
Suaranya tegas namun terdengar hangat. Dalam dialog itu, ia berulang kali menekankan satu hal: perhatian ekstra harus diberikan kepada kelompok yang paling rentan. Mereka yang paling lemah di situasi sulit seperti ini.
“Saya titip untuk lansia, ibu hamil, anak-anak, balita, ibu menyusui, ini tolong benar-benar diprioritaskan,” pinta Gibran.
“Jangan sampai ada yang sakit. Tidak terobati. Atau jangan sampai ada yang tidak kebagian makanan atau bantuan apa pun.”
Di sisi lain, komitmen pemerintah pusat untuk pemulihan juga ditegaskannya. Gibran menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar semua upaya dipacu. Koordinasi antar kementerian dan lembaga digenjot untuk respons yang cepat dan menyeluruh.
“Kami dari pemerintah pusat atas perintah Presiden, kami ingin memastikan logistik, sembako, semuanya bisa dilancarkan,” ujarnya.
“Entah nanti via jalur udara, darat, laut, pokoknya benar-benar kita usahakan untuk warga Gayo Lues.”
Namun begitu, tantangan di lapangan ternyata tak kecil. Gibran secara terbuka mengakui kendala infrastruktur yang serius menghambat distribusi bantuan. Puluhan jembatan putus membuat akses terhambat, bahkan memicu antrean panjang untuk bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik.
“Ada 95 jembatan yang terputus, jadi mohon maaf Bapak-Ibu,” katanya, mengakui kesulitan yang dirasakan warga.
“Karena jembatannya terputus, saya lihat di beberapa tempat, pom bensin banyak antrean juga. Ini jadi PR bagi kami dari [pemerintah] pusat untuk segera memperbaiki jembatannya biar arus sembako, logistik, BBM semua bisa dilancarkan.”
Kunjungan itu, di tengah reruntuhan dan keprihatinan, pada akhirnya adalah upaya meyakinkan. Meletakkan kembali kepercayaan bahwa pemulihan, meski jalannya terjal, akan diupayakan sampai tuntas.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet dan Kepala BNN Bahas Strategi Pemberantasan Narkotika serta Bahaya Penyalahgunaan Vape
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3, Target 20.000 Peserta
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 16 Orang Sehari Setelah Gencatan Senjata Diperpanjang
Juru Parkir Lansia di Brebes Gagalkan Pencurian Rp3,6 M, Dapat Hadiah Umrah