Hanukkah Berdarah di Bondi: Tembakan dan Bom Rakitan Guncang Perayaan Damai

- Senin, 15 Desember 2025 | 01:00 WIB
Hanukkah Berdarah di Bondi: Tembakan dan Bom Rakitan Guncang Perayaan Damai

Suasana perayaan Hanukkah yang seharusnya penuh sukacita berubah jadi mimpi buruk di Pantai Bondi, Minggu sore kemarin. Lebih dari seribu orang berkumpul untuk upacara penyalaan lilin itu tiba-tiba dikoyak oleh bunyi tembakan. Korban berjatuhan. Menurut laporan terbaru, sebelas orang dinyatakan tewas dan dua puluh sembilan lainnya luka-luka, termasuk dua anggota polisi.

Kepala Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, tampil dengan wajah muram. Dia menyatakan penyelidikan sudah bergulir dengan kerangka serangan terorisme.

"Kami sadar ada banyak orang berada di sana untuk merayakan acara bahagia, perayaan Hanukkah," ujarnya.

Suaranya berat. "Dan ada lebih dari 1.000 orang di sana ketika ini terjadi."

Kekacauan itu tak berhenti di situ. Tim penjinak bom sempat dikerahkan ke pantai setelah ditemukan sebuah bom rakitan yang, untungnya, tak meledak. Situasi mencekam berangsur mereda setelah polisi berhasil menangkap dua orang yang diduga terkait. Salah satunya, sayangnya, ditemukan tewas akibat luka tembak.

Nama salah satu pelaku pun mulai mencuat. Seorang pejabat polisi senior yang berbicara kepada ABC menyebutkan identitasnya: Naveed Akram, dari pinggiran Bonnyrigg. Rumahnya langsung digeledah untuk mengumpulkan barang bukti.

Di sisi lain, respons pemerintah tidak datang lambat. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyuarakan duka mendalam atas peristiwa mengerikan ini.

"Polisi dan petugas tanggap darurat berada di lokasi berupaya menyelamatkan nyawa. Perhatian saya bersama semua orang yang terkena dampak," tulisnya di platform media sosial.

Gelombang dukungan dan rasa solidaritas pun mengalir. Namun begitu, pertanyaan besar masih menggantung: apa motif di balik serangan keji terhadap perayaan damai ini? Investigasi masih terus berlanjut untuk mengungkap setiap detail kelam sore Minggu di Bondi itu.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler