Tragedi di Brown University: Dua Tewas dalam Penembakan di Kampus Ivy League

- Minggu, 14 Desember 2025 | 08:00 WIB
Tragedi di Brown University: Dua Tewas dalam Penembakan di Kampus Ivy League

WASHINGTON DC Suasana ujian akhir semester di kampus bergengsi Brown University tiba-tiba berubah jadi mencekam. Sabtu (13/12/2025) lalu, seorang penembak yang mengenakan pakaian hitam membuyarkan ketenangan kampus Ivy League itu. Setidaknya dua orang tewas dalam insiden berdarah ini.

Delapan korban lain mengalami luka kritis, meski kabar terakhir kondisi mereka sudah stabil. Wali Kota Providence, Brett Smiley, yang langsung terbang ke lokasi, mengonfirmasi angka korban tersebut. Namun begitu, identitas para korban apakah mereka mahasiswa Brown atau bukan masih menjadi tanda tanya besar.

“Informasi masih bisa berubah seiring penyelidikan,” tegas Smiley, menekankan bahwa situasi masih sangat dinamis.

Polisi langsung bergerak cepat. Lebih dari tiga jam pasca-kejadian, operasi penyisiran masih berlangsung intensif. Mereka memeriksa setiap sudut, dari gedung-gedung kampus hingga tempat sampah di sekitarnya, berusaha melacak jejak pelaku yang kabur.

Deputy Chief of Police Timothy O’Hara memberikan gambaran tentang sosok yang dicari. Pelaku terakhir terlihat berjalan kaki meninggalkan lokasi, dengan pakaian serba hitam. Ada momen tegang ketika seorang tersangka sempat ditahan. Tapi setelah pemeriksaan mendalam, orang itu ternyata tidak ada kaitannya dengan penembakan.

Lokasi kejadian berpusat di sekitar Gedung Barus and Holley. Gedung tujuh lantai itu adalah jantung dari Fakultas Teknik dan Departemen Fisika Brown. Kampus yang biasanya ramai dengan diskusi akademis itu kini sunyi, dikepung pita polisi. Bayangkan, di tempat yang menaungi sekitar 7.300 mahasiswa S1 dan lebih dari 3.000 mahasiswa pascasarjana ini, kini yang terdengar hanya suara sirene.

Sampai saat ini, penyelidikan masih terus berjalan. Aparat tengah mengumpulkan keterangan dari saksi mata, mencocokkan data, dan menyusun puzzle kronologi peristiwa yang sebenarnya. Seluruh komunitas kampus masih menunggu kejelasan, berharap ada titik terang dari tragedi yang mengoyak rasa aman ini.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler