“Beliau ingin memastikan ketersediaan bahan bakar minyak di seluruh wilayah Indonesia aman. Begitu juga dengan jaringan telekomunikasi, harus lancar selama periode libur nanti,” jelasnya.
Tak cuma itu, ada hal lain yang juga jadi perhatian serius. Presiden menyoroti peringatan dini dari BMKG soal potensi curah hujan tinggi di beberapa daerah saat Nataru. Informasi ini, kata Prasetyo, harus jadi perhatian semua pihak terkait.
“Termasuk ketersediaan bahan pokok dan makanan. Stabilitas harganya harus dijaga, mengingat kebutuhan masyarakat pasti meningkat saat perayaan,” tambah Prasetyo menegaskan.
Jadi, dalam satu gerakan, presiden menyelesaikan dua hal: memantau penanganan darurat bencana sekaligus mengawal persiapan hari raya. Semoga saja semua berjalan mulus.
Artikel Terkait
Harga CPO Februari 2026 Naik Tipis, Didorong Antisipasi Imlek dan Ramadan
Menag Lepas 1.620 Petugas Haji ke Arab Saudi, Tongkat Estafet Resmi Beralih
KPK Dalami Perjalanan Luar Negeri dan Penukaran Uang Ridwan Kamil
Dari Kue Basah ke Peyek Koin: Kisah Ibu Murni dan Dukungan yang Mengubah Nasib