Kabar duka datang dari Hong Kong. Pekan lalu, sebuah kebakaran maha dahsyat melalap kompleks Apartemen Wang Fuk Court, peristiwa yang disebut-sebut sebagai yang terparah sepanjang sejarah kota itu. Dari kobaran api yang menghanguskan itu, muncul laporan tentang nasib warga negara Indonesia yang tinggal di sana.
Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri yang dirilis Kamis lalu, diperkirakan ada sekitar 140 WNI yang bermukim di kompleks tersebut. Kabar baiknya, 125 orang dinyatakan selamat dari amukan si jago merah.
Namun begitu, kabar buruk tak terhindarkan.
"Sebanyak 125 selamat, sembilan terverifikasi meninggal dunia," jelas keterangan resmi Kemlu itu.
Nasib lima warga lainnya masih gelap. Mereka tercatat hilang. Sementara satu orang kini masih terbaring di rumah sakit, menjalani perawatan intensif.
Di sisi lain, upaya penanganan terus digenjot. Konsulat Jenderal RI di Hong Kong dikabarkan tak henti berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat. Mereka fokus pada proses repatriasi jenazah dan tentu saja, memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi.
Angka korban secara keseluruhan sungguh memilukan. Otoritas Hong Kong menyebut, setelah menyisir lokasi kejadian, korban jiwa mencapai 159 orang. Sebuah tragedi yang menyisakan luka mendalam bagi banyak pihak.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun