Kisah dr. Gia: Dari Rahim Copot yang Menggegerkan hingga Karier Cemerlang di Dunia Medis

- Kamis, 20 November 2025 | 06:45 WIB
Kisah dr. Gia: Dari Rahim Copot yang Menggegerkan hingga Karier Cemerlang di Dunia Medis

MURIANETWORK.COM – Nama dr. Gia Pratama mendadak viral setelah ia bercerita soal kasus langka “rahim copot” di podcast Raditya Dika. Tapi siapa sangka, latar belakangnya ternyata cukup mengesankan.

Ceritanya bermula dari seorang pasien asal Garut, Jawa Barat. Menurut Gia, pasien ini baru saja melahirkan dengan bantuan dukun beranak. Yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan.

Saat sedang bertugas di IGD RSUD Garut, tiba-tiba ada yang mengetok pintu. Orang itu membawa kresek hitam. Isinya? Rahim seorang perempuan. Gia langsung bergerak cepat. Ia mengecek kondisi si pasien dan mendapati tensinya sangat rendah, hanya 70/0 mmHg. “Langsung aku pasang infus,” ujarnya dalam podcast itu.

Menurut penuturannya, persalinan dengan dukun itu sebenarnya berjalan lancar bayinya selamat. Masalah muncul saat ari-ari atau plasenta belum lepas. Alih-alih menunggu proses alamiah yang biasanya butuh sekitar 15 menit, si dukun malah menarik paksa tali pusat. Akibatnya, rahim ikut tertarik ke bawah dan akhirnya copot. “Perdarahannya seperti air terjun,” sambung Gia. Di bagian luar, perdarahan mungkin sudah berhenti karena membeku, tapi kondisi di dalamnya tak terbayangkan.

Namun begitu, cerita Gia ini justru memicu tanggapan beragam dari kalangan dokter. Tak sedikit yang meragukan, bahkan menyanggahnya dengan nada sinis.

Dr. Kiko Marpaung, misalnya, dengan tegas menyatakan hal itu mustahil terjadi. “Pokoknya rahim itu tidak mungkin copot begitu saja bunda,” katanya lewat video TikTok.

Di sisi lain, dr. Irwin, seorang dokter kandungan, ikut angkat bicara. Ia menyoroti penggunaan istilah “rahim copot” yang dinilai kurang tepat. Menurutnya, yang terjadi sebenarnya adalah inversio uteri kondisi di mana rahim berbalik ke dalam hingga bisa keluar lewat jalan lahir. “Plasentanya masih lengket, terus ditarik paksa, ya rahimnya ikut ketarik ke dalam,” tulisnya di Threads.

Lantas, siapa sebenarnya dr. Gia Pratama ini?

Pria kelahiran 31 Agustus 1985 ini adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Meski dulu bercita-cita jadi astronot, tekadnya berubah saat menjalani koas di rumah sakit daerah seperti RSUD Garut dan RSUD Serang. Di sanalah ia menghadapi beragam pengalaman yang menguji mental.

Kini, Gia tak hanya dikenal sebagai dokter. Ia juga seorang penulis. Novel pertamanya, "Berhentidikamu", terinspirasi dari kisah nyata pertemuannya dengan sang istri melalui sebuah insiden medis. Buku itu laris dan bahkan diangkat jadi film pada 2020. Buku keduanya, "Perikardia", terbit setahun sebelumnya.

Di dunia medis, kariernya cukup solid. Ia pernah menjabat sebagai Kepala IGD dan Manajer Humas di RS Prikasih serta RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan. Lewat media sosial, ia aktif menyampaikan edukasi kesehatan dengan bahasa yang mudah dicerna.

Soal keluarga, Gia adalah anak dari Capt. Amir Hamzah, pilot Garuda Indonesia yang pernah menerbangkan Boeing 747 pada 1999. Kisah inspiratif seputar keluarga dan profesinya kerap ia bagikan ke publik.

Jadi, itulah sekelumit profil dr. Gia Pratama dokter yang namanya mencuat karena cerita kontroversial, namun punya rekam jejak yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar