Debt Collector Datang ke Rumah Sarwendah, Anak-Anak Ruben Onsu Trauma: Kronologi & Fakta Terbaru

- Minggu, 16 November 2025 | 15:15 WIB
Debt Collector Datang ke Rumah Sarwendah, Anak-Anak Ruben Onsu Trauma: Kronologi & Fakta Terbaru
Kronologi Lengkap Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah, Anak-Anak Ruben Onsu Ketakutan

Kronologi Lengkap Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah, Anak-Anak Ruben Onsu Ketakutan

Kejadian tidak terduga terjadi di kediaman Sarwendah, dimana rumahnya didatangi oleh debt collector secara mendadak. Peristiwa yang membuat anak-anak Ruben Onsu ketakutan ini menjadi sorotan publik.

Berdasarkan penuturan kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu dan Abraham Simon, insiden penagihan utang ini terjadi pada sore hari, tepatnya Jumat, 7 November 2025. Dua orang debt collector tiba di lokasi sekitar pukul 5 sore.

Mobil Mewah Pemicu Kedatangan Debt Collector

Kedatangan para penagih utang tersebut berkaitan dengan pencarian satu unit kendaraan mewah jenis Land Rover atau Range Rover. Abraham Simon menjelaskan bahwa kendaraan tersebut memiliki tunggakan cicilan yang belum dilunasi.

Yang menjadi titik permasalahan, mobil yang ditagihkan tersebut bukanlah atas nama Sarwendah. Kuasa hukum mengungkapkan bahwa mobil tersebut terdaftar atas nama seorang dengan inisial RSO.

Status Mobil Diduga Dibeli Setelah Perceraian

Chris Sam Siwu memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai status kepemilikan kendaraan. Menurutnya, mobil mewah yang menjadi sengketa diduga kuat dibeli setelah proses perceraian Sarwendah dan Ruben Onsu resmi disahkan.

Dengan kata lain, mobil tersebut muncul setelah putusan cerai keluar. Para debt collector justru mencari mantan suami dari klien mereka di alamat Sarwendah.

Dampak Trauma Psikologis pada Anak-Anak

Kejadian ini tentu menimbulkan keterkejutan bagi Sarwendah. Situasi menjadi semakin rumit karena pada saat kejadian, anak-anak juga berada di dalam rumah dan menyaksikan langsung kedatangan debt collector.

Anak-anak Ruben Onsu dan Sarwendah dilaporkan mengalami ketakutan akibat insiden ini. Chris Sam Siwu menegaskan bahwa nada suara dan cara penagihan yang dilakukan diduga telah menimbulkan tekanan psikologis pada anak-anak yang menyaksikannya.

Dampak psikologis pada anak menjadi perhatian serius, dimana anak-anak melihat dan mendengar orang berteriak, yang dapat mengganggu kondisi mental mereka.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar