Viral Video Ngaji Menkeu Purbaya Marah ke Ajudan, Ini Kata DPR dan Pengamat

- Sabtu, 15 November 2025 | 20:15 WIB
Viral Video Ngaji Menkeu Purbaya Marah ke Ajudan, Ini Kata DPR dan Pengamat
Viral Video Ngaji Menkeu Purbaya: Menteri Marah pada Ajudan yang Rekam Diam-Diam

Viral Video Ngaji Menkeu Purbaya, Ajudan Ditegur karena Rekam Diam-Diam

Sebuah video yang menunjukkan Menteri Keuangan Purbaya sedang mengaji tiba-tiba menjadi viral di berbagai platform media sosial. Yang mengejutkan, sang menteri justru memberikan teguran keras kepada ajudannya yang melakukan perekaman tanpa sepengetahuannya.

Insiden ini diungkapkan oleh Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, dalam sebuah diskusi. Menurut Misbakhun, Purbaya merasa sangat tidak nyaman dengan aksi ajudannya tersebut dan menganggap rekaman itu tidak memiliki manfaat yang jelas.

"Dia marah besar kepada ajudannya. 'Apa perlunya merekam hal seperti itu?'" ujar Misbakhun mengutip pernyataan Menkeu Purbaya.

Misbakhun justru mendukung sikap tegas Purbaya ini. Ia menilai seorang menteri harus fokus pada profesionalitas dan kinerjanya, bukan pada hal-hal yang bersifat personal dan dapat mengganggu konsentrasi dalam menjalankan tugas negara.

Tanggapan Pengamat Politik atas Gaya Komunikasi Purbaya

Di sisi lain, pengamat politik Hendri Satrio turut memberikan pandangannya mengenai fenomena ini. Ia menyoroti gaya khas Purbaya yang kerap menarik perhatian publik.

Hendri kemudian mempertanyakan peran tim media sosial Purbaya. Ia menyarankan agar tim tersebut lebih menonjolkan sisi profesionalisme sang menteri, bukan justru mendorongnya ke ranah politik populer.

"Apakah tim medsosnya bisa bekerja sesuai dengan profesionalitas Purbaya? Atau justru menonjolkan gaya komunikasi yang akhirnya menariknya ke politik?" tanya Hendri.

Video yang memicu kontroversi ini direkam saat Purbaya berada di dalam mobil yang terjebak kemacetan. Meskipun video tersebut menuai banyak pujian dari netizen, Purbaya tetap bersikukuh tidak menyetujui penyebaran konten personalnya tanpa izin.

Peristiwa ini menjadi pelajaran penting mengenai batasan antara kehidupan personal seorang pejabat publik dengan tanggung jawab profesionalnya. Meski mendapat sorotan positif, privasi dan konsentrasi kerja tetap menjadi hal yang utama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar