Prosesi Jumenengan Dalem PB XIV: Penobatan Gusti Purboyo di Keraton Solo

- Sabtu, 15 November 2025 | 13:45 WIB
Prosesi Jumenengan Dalem PB XIV: Penobatan Gusti Purboyo di Keraton Solo
Penobatan PB XIV Hamengkunegoro: Prosesi Jumenengan Dalem di Keraton Solo

Prosesi Penobatan PB XIV Hamengkunegoro di Keraton Surakarta

Keraton Surakarta Hadiningrat telah menggelar acara besar, yaitu penobatan raja baru. Gusti Purboyo secara resmi dinobatkan menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIV dalam upacara adat Jumenengan Dalem Nata Binayangkare yang berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025.

Jalannya Upacara Penobatan Raja Solo

Rangkaian upacara penobatan dimulai dari Ndalem Prabasuyasa. Calon raja kemudian berjalan menuju kompleks Kamandungan dan dilanjutkan ke Siti Hinggil. Puncak acara berlangsung di Bangsal Manguntur Takil, tempat di mana Gusti Purboyo membacakan Sabda Dalem atau sumpah kerajaan. Dalam sumpahnya, beliau menyatakan kesiapan untuk memimpin Keraton Surakarta Hadiningrat dengan gelar lengkap Sampean Dalem Ingkang Susuhunan Kanjeng Susuhunan Senopati ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama kang Jumeneng Kaping 14.

Kirab Keraton Dihadiri Puluhan Prajurit

Usai pembacaan sumpah, dilaksanakan kirab atau arak-arakan. PB XIV Hamengkunegoro melakukan perjalanan keliling keraton dengan diiringi oleh puluhan prajurit. Menurut Komandan Utama Prajurit Keraton Kasunanan Solo, setidaknya ada sekitar 90 prajurit yang terlibat dalam prosesi bersejarah ini.

Kesembilan puluh prajurit tersebut tergabung dalam sembilan kelompok regu yang berbeda. Masing-masing regu memiliki nama dan fungsi khusus, seperti Bergodo Prawiroanom, Jayengasto, Sorogeni, Joyosuro, Doropati, Baki, dan Panyutro. Jumlah personil setiap regu bervariasi, mulai dari lima hingga dua puluh prajurit, dengan rata-rata sekitar dua belas prajurit yang bertugas pada hari penobatan.

Tugas Prajurit Sebagai Cucuk Lampah

Dalam upacara adat Keraton Solo, para prajurit memiliki peran vital sebagai cucuk lampah. Tugas ini berarti mereka bertindak sebagai penunjuk jalan dan pengawal bagi Sri Susuhunan selama prosesi kirab berlangsung. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pengawal, tetapi juga sebagai penjaga adat dan tradisi keraton yang telah turun-temurun.

Dengan selesainya penobatan ini, Gusti Purboyo resmi memegang tampuk kepemimpinan di Keraton Surakarta sebagai PB XIV. Peristiwa budaya ini menjadi momen penting dalam melestarikan warisan sejarah dan tradisi Kasunanan Surakarta.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar