Alexis Sanchez resmi mengakhiri petualangannya di sepak bola Eropa setelah 18 tahun berkarier di benua tersebut. Pada usia 37 tahun, penyerang asal Chile itu memilih bergabung dengan CF Montreal, klub yang bermarkas di Kanada, sebagai pemain berstatus Designated Player.
Kepastian ini diumumkan CF Montreal pada Selasa (waktu setempat). Sanchez menandatangani kontrak berdurasi hingga Mei 2027, yang mencakup sisa musim MLS 2026 dan paruh pertama musim 2027. Dalam kesepakatan tersebut, klub juga memiliki opsi perpanjangan untuk musim 2027-2028, yang akan menjadi musim pertama setelah MLS menerapkan kalender liga yang telah dimodifikasi.
Sanchez datang setelah menghabiskan periode terakhir kariernya di Eropa bersama Sevilla. Selama membela klub LaLiga tersebut, ia mencatatkan empat gol dalam 30 penampilan di semua kompetisi.
"Saya sangat senang bergabung dengan CF Montreal dan menjalani tantangan baru ini. Saya berterima kasih kepada klub atas kepercayaan yang diberikan kepada saya dan saya tidak sabar menggunakan pengalaman saya agar kami bisa mencapai tujuan serta menciptakan momen berkesan bagi para pendukung. Saya di sini untuk memberikan seluruh kemampuan saya untuk klub dan kota ini," ujar Sanchez dalam pernyataan resmi yang dirilis klub.
Kepindahan ini sekaligus menutup babak panjang Sanchez di Eropa. Selama 18 tahun, ia pernah memperkuat sejumlah klub besar seperti Barcelona, Arsenal, Manchester United, dan Inter Milan. Sebelum melanglang buana ke Eropa, Sanchez mengawali karier profesional di klub asal negaranya, Cobreloa, pada 2005. Sepanjang kariernya, ia telah mengoleksi lebih dari 800 penampilan di level klub dengan torehan lebih dari 200 gol.
Kolektor Gelar dan Andalan Timnas Chile
Karier Sanchez di Eropa dihiasi berbagai gelar bergengsi. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih enam gelar liga dan 11 trofi piala sepanjang perjalanan kariernya. Di level internasional, Sanchez merupakan salah satu pemain paling penting dalam sejarah Timnas Chile. Ia membantu La Roja meraih dua gelar Copa America pada 2015 dan 2016.
Dua gelar tersebut terasa semakin istimewa karena Chile mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi pada dua final Copa America tersebut. Pada Copa America 2016, Sanchez bahkan mendapatkan penghargaan Bola Emas sebagai pemain terbaik turnamen.
Sanchez juga memegang dua rekor utama Timnas Chile. Ia merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa La Roja dengan 51 gol sekaligus pemegang rekor penampilan terbanyak dengan 168 pertandingan internasional.
Kini, Sanchez menghadapi tantangan baru bersama CF Montreal. Klub tersebut sedang berjuang memperbaiki posisi setelah menempati peringkat kedua dari bawah klasemen Wilayah Timur MLS dengan koleksi 16 poin dari 18 pertandingan. Pertandingan berikutnya CF Montreal dijadwalkan berlangsung di kandang sendiri melawan DC United pada 15 Agustus. Laga tersebut berpotensi menjadi awal perjalanan baru Sanchez di kompetisi sepak bola Amerika Utara.
Dengan pengalaman bersama Barcelona, Arsenal, Manchester United, Inter Milan, hingga Sevilla, Sanchez datang ke Montreal membawa rekam jejak panjang di level tertinggi. Setelah 18 tahun berkarier di Eropa, pemain berusia 37 tahun itu kini membuka babak baru di MLS.
Artikel Terkait
St. Louis CITY SC Tahan Imbang Real Salt Lake 1-1, Rekor Tak Terkalahkan Berlanjut
Dua Gol Lewandowski Bawa Chicago Fire Balikkan Keadaan atas Charlotte FC
St. Louis CITY SC Incar Kemenangan Keempat Beruntun saat Menjamu Real Salt Lake
New England Revolution Bidik Kemenangan Tandang Perdana di Kandang CF Montreal