Herry IP Fokus Padukan Kembali Pasangan Utama Ganda Putra Malaysia Jelang Kejuaraan Dunia 2026

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Herry IP Fokus Padukan Kembali Pasangan Utama Ganda Putra Malaysia Jelang Kejuaraan Dunia 2026

Pelatih ganda putra Malaysia, Herry Iman Pierngadi, kembali memadukan para pemain dengan pasangan asli mereka setelah sukses dengan eksperimen perombakan di Korea Masters 2026. Keputusan ini diambil untuk memaksimalkan persiapan menuju Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India, yang akan berlangsung pada 17-23 Agustus.

Pada Korea Masters 2026 yang digelar di Asan, Korea Selatan, 4-9 Agustus, pasangan eksperimental Tee Kai Wun/Yap Roy King berhasil merebut gelar juara usai mengalahkan pasangan rakitan lainnya, Man Wei Chong/Soh Wooi Yik, dengan skor 21-13, 21-18 di partai puncak. Selain Malaysia, gelar lain diraih oleh Yuta Watanabe/Maya Taguchi dari Jepang, Ashmita Chaliha dari India, serta dua wakil China, Zhu Xuan Chen dan Luo Yi/Wang Ting Ge.

Setelah turnamen itu, Herry IP langsung menghentikan skema perombakan. Soh Wooi Yik kembali berpasangan dengan Aaron Chia, Tee Kai Wun berduet dengan Man Wei Chong, dan Yap Roy King kembali mendampingi Junaidi Arif. Pelatih berusia 49 tahun itu menilai waktu persiapan yang singkat bukan kendala besar karena para pemain sudah saling memahami.

"Waktunya memang cukup singkat, tetapi para pemain ini sudah lama bermain bersama, jadi mereka sudah saling memahami dengan baik," ujar Herry IP.

Ia menambahkan bahwa fokus latihan terakhir adalah kesiapan mental. "Secara fisik, mereka terlihat bagus dan mereka hanya perlu melakukan beberapa penyesuaian dan mempersiapkan diri secara mental untuk Kejuaraan Dunia," katanya.

Para pemain pun mengapresiasi pengalaman berharga dari eksperimen tersebut. Tee Kai Wun mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan rekannya, Yap Roy King. "Terima kasih banyak kepada para pelatih kami, semua orang di balik layar, dan Roy King atas kerja keras serta dukungannya," kata Tee Kai Wun.

Yap Roy King mengaku tidak menyangka bisa melaju hingga final. "Kami tidak menyangka bisa lolos ke final dan kami berdua senang bisa mencapai tahap ini terlebih dahulu," ujarnya. Ia juga menyebut komunikasi yang baik menjadi kunci adaptasi. "Saya bilang ke rekan saya (Kai Wun) untuk sekadar menikmati pertandingan dan mencoba menemukan ritme permainan kami," katanya.

Pengalaman senior Tee Kai Wun diakui sangat membantu. "Dia lebih berpengalaman dan memimpin saya dengan baik, serta tetap tenang. Setiap kali saya kebingungan, dia membantu saya kembali ke jalur yang benar," kata Yap Roy King.

Sementara itu, berdasarkan hasil undian Kejuaraan Dunia 2026, pasangan Arif/Yap berpotensi langsung berhadapan dengan wakil Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, pada babak 32 besar.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags