Rachel/Febi Tersingkir di Perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026

- Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:46 WIB
Rachel/Febi Tersingkir di Perempatfinal Kejuaraan Dunia 2026

Harapan Indonesia untuk meraih medali dari sektor ganda putri di Kejuaraan Dunia 2026 pupus. Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum harus mengakui keunggulan wakil China, Li Yi Jing/Luo Xu Min, pada babak perempatfinal, Jumat (21/8/2026).

Bertanding di hadapan pasangan unggulan kedelapan tersebut, Rachel/Febi menyerah dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 14-21. Kekalahan ini sekaligus menghentikan langkah mereka di ajang yang berlangsung di luar negeri itu.

Sebelumnya, wakil ganda putri Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, juga telah gugur di perempatfinal setelah dikalahkan pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Dengan demikian, tak ada lagi wakil ganda putri Indonesia yang tersisa di turnamen tersebut.

Kesalahan Sendiri Jadi Biang Kekalahan

Usai pertandingan, Rachel mengakui bahwa banyaknya kesalahan sendiri menjadi penyebab utama kegagalan mereka. Meski sudah mencoba menjalankan arahan pelatih, strategi yang disiapkan tidak berjalan maksimal di lapangan.

"Kami sudah coba mengikuti semua instruksi pelatih tapi hari ini pukulan kami banyak tidak pas," kata Rachel dalam keterangannya melalui federasi.

Laga ini merupakan pertemuan kedua bagi Rachel/Febi dengan Li/Luo setelah sebelumnya bertemu di China Open pada Juli lalu. Rachel menilai tidak ada perubahan pola permainan dari ganda China tersebut, namun eksekusi lapangan dari pihak Indonesia yang tidak sempurna.

"Sepertinya tidak ada yang berubah dari pasangan China dibandingkan pertemuan terakhir dan kami sudah siapkan tapi tidak berjalan sesuai harapan," ujar Rachel.

Sementara itu, Febi menyoroti masalah pergerakan dan kecepatan bertanding yang membuat mereka kesulitan mengimbangi tekanan dari pasangan lawan. "Hari ini kami juga tidak keluar speed-nya, kami tidak bisa mengimbangi mereka," tutur Febi.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi pasangan tersebut. Febi berharap perbaikan fokus dan konsistensi pukulan dapat ditingkatkan agar tidak merugikan permainan di masa mendatang. "Ke depan harus bisa lebih konsisten pukulannya dan tidak banyak mati sendiri," kata Febi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags