Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi menyatakan dukungannya kepada UEFA dan CONCACAF dalam menolak rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk menjual sebagian saham kompetisi kepada investor swasta. Penolakan ini disampaikan melalui pernyataan resmi AFC pada Jumat, 31 Juli 2026, yang menegaskan bahwa rencana tersebut tidak akan mendapat konsensus luas dan berpotensi merusak kesatuan turnamen Piala Dunia yang melibatkan semua konfederasi dan negara sepak bola terkemuka dunia.
"Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola global dan kekuatannya berasal dari partisipasi semua konfederasi dan negara sepak bola terkemuka," demikian bunyi pernyataan AFC. Mereka juga mengkritik FIFA karena tidak melakukan konsultasi yang memadai dengan anggotanya sebelum mengumumkan rencana tersebut, yang dinilai melemahkan proses pengambilan keputusan dan membuat banyak pihak merasa tersisih, termasuk anggota FIFA Council.
"Setiap proposal yang berisiko merusak kesatuan dan karakter universal kompetisi harus dipertimbangkan kembali," lanjut pernyataan tersebut. Sikap AFC ini memperkuat peluang rencana Infantino untuk gagal dalam pemungutan suara yang membutuhkan mayoritas sederhana dari 211 anggota FIFA. AFC sendiri memiliki 46 suara, sementara UEFA 55 suara dan CONCACAF 35 suara.
Infantino sebelumnya mengusulkan pembentukan anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola acara utama FIFA, dengan investor eksternal diizinkan membeli saham minoritas hingga 20 persen. Menurut dokumen dari bank investasi JP Morgan, turnamen FIFA akan diperluas dengan peningkatan dana yang diperkirakan mencapai 24 juta euro per asosiasi anggota pada siklus 2035-2039. Namun, dokumen tersebut tidak menyebutkan tentang sepak bola wanita.
Menanggapi penolakan tersebut, FIFA mengeluarkan pernyataan yang menegaskan bahwa "tidak ada yang menjual sepak bola" dan proses konsultasi akan tetap dilanjutkan meskipun diganggu oleh laporan media yang dianggap tidak akurat. FIFA juga menyatakan bahwa "FFE diusulkan agar semua asosiasi anggota FIFA dapat memiliki kesempatan kepemilikan komersial yang bermakna di negara masing-masing, tanpa mengorbankan semangat atau tata kelola FIFA maupun sepak bola itu sendiri."
UEFA bahkan mengancam akan memboikot seluruh kompetisi FIFA jika rencana ini tetap dilanjutkan, dengan alasan bahwa Piala Dunia adalah warisan olahraga yang tidak boleh dijual kepada investor swasta. Sementara itu, CONCACAF dan AFC juga menyuarakan kekhawatiran tentang kurangnya konsultasi dan transparansi dalam pengambilan keputusan FIFA terkait rencana ini.
Konfederasi sepak bola Amerika Selatan (CONMEBOL) belum memberikan komentar resmi, sementara konfederasi Afrika (CAF) dan Oseania (OFC) berencana membahas rencana tersebut pada Agustus mendatang.
Artikel Terkait
UEFA Gelar Rapat Darurat Bahas Rencana FIFA Jual Saham Komersial, Ancaman Boikot Piala Dunia Menguat
FIFA Buka Peluang Komersialisasi Piala Dunia, UEFA Tolak Keras
Jadwal AFC Digeser, Media Vietnam Nilai Indonesia Diuntungkan di Piala AFF 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Resmi Digelar, Indonesia Jadi Tuan Rumah Divisi 1