Timnas Indonesia Siap Akhiri Penantian 30 Tahun di Piala AFF 2026

- Senin, 27 Juli 2026 | 20:31 WIB
Timnas Indonesia Siap Akhiri Penantian 30 Tahun di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia kembali memulai perjalanan panjang untuk mewujudkan mimpi yang selama tiga dekade belum pernah tercapai. Enam kali tampil di partai final Piala AFF, enam kali pula Garuda harus puas menjadi runner-up. Kini, kesempatan itu kembali datang. Piala AFF 2026 menjadi panggung baru bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang sekaligus membuktikan bahwa transformasi skuad yang dibangun dalam beberapa tahun terakhir mampu berbuah gelar juara.

Langkah pertama dimulai dengan menghadapi Kamboja pada laga perdana Grup A yang berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7/2026) malam. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia mengusung target mutlak meraih tiga poin sebagai modal awal dalam persaingan menuju babak semifinal. Di atas kertas, Indonesia memang lebih diunggulkan. Kedalaman skuad yang dimiliki pelatih John Herdman, terutama dengan kehadiran sejumlah pemain naturalisasi yang telah menjadi tulang punggung tim nasional, membuat Garuda memiliki kualitas yang lebih merata dibandingkan Kamboja.

Di lini belakang, kombinasi Jordi Amat, Justin Hubner, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, hingga Rizky Ridho memberikan keseimbangan antara pengalaman internasional dan agresivitas. Sementara di sektor tengah, Thom Haye, Ivar Jenner, serta Marselino Ferdinan menjadi motor permainan yang mampu mengontrol tempo sekaligus menciptakan peluang. Lini depan pun tak kalah menjanjikan dengan kehadiran Ragnar Oratmangoen, Egy Maulana Vikri, dan Jens Raven yang diprediksi menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Angkor Warriors.

Kombinasi pemain naturalisasi dan talenta lokal inilah yang membuat Indonesia berada di atas angin menjelang laga pembuka. Optimisme tersebut juga didukung oleh performa tim sejak ditangani John Herdman. Pelatih asal Inggris itu membawa perubahan signifikan dalam waktu relatif singkat. Dari empat pertandingan internasional pertama di bawah arahannya, Indonesia sukses meraih tiga kemenangan dan hanya sekali menelan kekalahan. Garuda menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, mengalahkan Oman 3-0, serta menundukkan Mozambik 1-0. Satu-satunya kekalahan dialami saat menghadapi Bulgaria dengan skor tipis 0-1.

Tak hanya produktif dalam mencetak gol, Indonesia juga tampil solid di sektor pertahanan. Dalam empat pertandingan tersebut, Garuda hanya sekali kebobolan dan berhasil mencatat tiga clean sheet. Catatan itu menunjukkan organisasi permainan yang mulai terbentuk dengan baik, terutama koordinasi antarlini yang menjadi fokus utama Herdman sejak awal masa kepelatihannya.

Persiapan menuju Piala AFF 2026 pun dilakukan secara intensif melalui pemusatan latihan hampir tiga pekan di Bali. Menurut Herdman, agenda utama selama pemusatan latihan bukan hanya menyusun strategi menghadapi lawan, tetapi juga membangun chemistry antarpemain serta menciptakan identitas permainan yang kuat. "Mengenai persiapan, semuanya berjalan baik. Para pemain membangun ikatan selama berada di Bali. Semangat tim sangat bagus. Secara taktis kami melihat adanya perkembangan. Tim semakin kompak, baik di dalam maupun di luar lapangan," ujar Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga mengambil keputusan yang cukup menarik dengan tidak memanggil mayoritas pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Hanya Marselino Ferdinan dan Justin Hubner yang masuk ke dalam skuad Piala AFF 2026. Selain karena turnamen ini tidak masuk kalender resmi FIFA sehingga klub tidak wajib melepas pemain, Herdman ingin membangun fondasi tim bersama pemain yang telah mengikuti seluruh program latihan sejak awal.

Pendekatan tersebut mendapat dukungan penuh dari para pemain. Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata, menyebut hampir seluruh program latihan di Bali difokuskan untuk memperkuat hubungan antarpemain sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan staf pelatih. Fondasi itu dinilai sangat penting agar Indonesia memiliki identitas permainan yang jelas sepanjang turnamen.

Meski diunggulkan, Herdman tetap meminta para pemain tidak meremehkan Kamboja. Menurutnya, lawan yang akan dihadapi malam ini merupakan tim yang semakin berkembang dan memiliki organisasi permainan yang disiplin. "Kamboja adalah tim yang terorganisasi dan sangat disiplin. Mereka akan sulit dihadapi. Namun, fokus kami tetap pada identitas taktik, chemistry, koneksi, dan semangat tim," katanya.

Sementara itu, Herdman juga mengungkapkan bahwa Marselino Ferdinan masih menjalani pemantauan tim medis setelah mengalami benturan saat sesi latihan. "Marselino anak yang tangguh. Kami akan melihat hasil tes kebugarannya. Secara mental dia sangat kuat dan sudah sangat ingin bermain," ujarnya.

Di tengah persiapan menghadapi Kamboja, dukungan juga mengalir dari para pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Bek Borussia Monchengladbach, Kevin Diks, meski tidak masuk skuad Piala AFF, tetap memberikan semangat kepada rekan-rekannya. "Hai Indonesia, Kevin di sini. Saya ingin mendoakan semoga tim nasional beruntung di Kejuaraan ASEAN. Meskipun saya jauh, saya akan selalu mendukung kalian. Mari kita berdiri di belakang tim ini. Ayo Garuda," ujar Kevin Diks melalui video yang diunggah akun Instagram resmi Borussia Monchengladbach Indonesia.

Dukungan serupa juga disampaikan akun resmi komunitas Borussia Monchengladbach Indonesia. "Demi menuntaskan satu impian yang kerap mengusik tidur: membawa pulang trofi Piala AFF ke tanah air untuk pertama kalinya," tulis akun tersebut. Kevin Diks sendiri saat ini tengah fokus menjalani pramusim bersama Borussia Monchengladbach. Bek berusia 29 tahun itu tampil sebagai starter saat klub Bundesliga tersebut mengalahkan RW Essen dengan skor 2-1 pada laga uji coba 25 Juli lalu.

Tidak dipanggilnya Kevin Diks dan sebagian besar pemain Indonesia yang berkarier di Eropa memang telah diprediksi sebelumnya karena Piala AFF bukan merupakan agenda resmi FIFA. Meski demikian, kualitas skuad Indonesia tetap dinilai sangat kompetitif. Selain memiliki materi pemain yang lebih baik, Indonesia juga unggul dari sisi sejarah pertemuan. Dalam catatan pertandingan internasional, Garuda mendominasi rekor melawan Kamboja. Dari 14 pertemuan resmi tim senior putra, Indonesia meraih 11 kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya dua kali kalah.

Produktivitas gol Indonesia juga sangat tinggi dengan mencetak 49 gol dan hanya kebobolan 12 gol. Kemenangan terbesar terjadi pada SEA Games 1995 ketika Indonesia membantai Kamboja 10-0. Sementara pertemuan terakhir pada Piala AFF 2022 berakhir dengan kemenangan Indonesia 2-1.

Melihat kualitas pemain, perkembangan performa di bawah John Herdman, dominasi rekor pertemuan, hingga keuntungan bermain di kandang sendiri, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengawali Piala AFF 2026 dengan kemenangan. Tiga poin malam ini bukan sekadar membuka jalan menuju semifinal, tetapi juga menjadi langkah pertama untuk mewujudkan mimpi yang telah diperjuangkan selama 30 tahun: mengangkat trofi Piala AFF untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Jadwal Piala AFF 2026 Indonesia vs Kamboja

  • Hari/Tanggal: Senin, 27 Juli 2026
  • Kick-off: 20.30 WIB
  • Stadion: Pakansari, Bogor
  • Siaran Langsung: RCTI

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags