Kaki Patah Tak Halangi Lintang Raih Tiga Emas di Kejurnas Panahan Junior

- Senin, 27 Juli 2026 | 20:12 WIB
Kaki Patah Tak Halangi Lintang Raih Tiga Emas di Kejurnas Panahan Junior

Lintang Ayu Anjarwani, atlet panahan Jawa Tengah, berhasil membawa pulang tiga medali emas di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 meski dalam kondisi kaki kiri patah. Perjuangannya bertanding sambil duduk di kursi roda membuahkan hasil manis.

Atlet divisi U13 Nasional itu mengalami patah kaki saat latihan sepekan sebelum event di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. "Saat istirahat latihan saya loncat-loncat karena gabut. Ternyata keseleo dan retak," katanya kepada kumparan, Senin (27/7).

Meski dokter memperbolehkan bertanding asal tidak berdiri, Lintang mengaku tidak memaksakan diri. "Selama lima hari saya berlatih panahan sambil duduk demi berlaga di MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026. Dokter memperbolehkan untuk tetap ikut lomba tetapi tidak boleh sambil berdiri," sambungnya.

Setiap hendak bergeser line shooting, ia dibantu pelatih dengan cara digendong. Usai menyelesaikan laga, ia juga digendong untuk berpindah ke kursi roda. Upacara penyerahan medali pun diikutinya sambil duduk di kursi roda.

Total lima medali diraih Lintang: tiga emas dari divisi Nasional U13 Mix Team, babak kualifikasi Sesi 1 Nasional U13, dan Total Sesi 1 dan 2 Nasional U13; satu perak dari babak kualifikasi sesi dua Nasional U13; serta satu perunggu dari babak eliminasi beregu Nasional U13.

"Semoga bisa segera sembuh dan kembali bertanding di kejuaraan berikutnya," imbuhnya.

Pelatih panahan Jateng, Laura Rizky Yulian, mengungkapkan bahwa Lintang adalah sosok tangguh. "Ketika istirahat saat sesi latihan, kakinya terkilir dan bengkak. Malamnya dibawa ke fisioterapi namun belum membaik. Akhirnya dibawa ke ortopedi dan hasil rontgen ada retakan di bawah mata kaki," ujarnya.

Melihat keinginan Lintang untuk tetap bertanding, tim pelatih menyusun pola latihan panahan sambil duduk. "Kami tak menarget medali untuk Lintang semenjak mengalami patah kaki. Bersyukur masih diberi rezeki medali emas. Semuanya berkat kegigihan Lintang dan dukungan orang tua," jelasnya.

Laura menambahkan, Lintang dikenal sebagai pribadi luar biasa yang tidak pernah mengeluh. "Lintang selalu menyelesaikan program latihan. Teman-temannya sudah pulang, dia masih latihan. Harapan kami dia tetap rendah hati, semangat berlatih dan konsisten," imbuhnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags