Martinez dan Romero Hindari Jabat Tangan dengan Trump di Final Piala Dunia

- Senin, 20 Juli 2026 | 13:00 WIB
Martinez dan Romero Hindari Jabat Tangan dengan Trump di Final Piala Dunia

Dua pemain Argentina, Lisandro Martinez dan Cristian Romero, tidak berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat upacara pemberian medali final Piala Dunia di Stadion MetLife, New Jersey. Argentina kalah 0-1 dari Spanyol setelah gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu.

Presiden FIFA Gianni Infantino menempatkan Trump sebagai pusat perhatian dalam upacara tersebut. Trump juga bertugas menyerahkan trofi Piala Dunia kepada kapten Spanyol Rodri. Namun, saat menerima medali perak, Martinez memilih tidak berjabat tangan dengan Infantino maupun Trump. Sementara itu, Romero berjabat tangan dengan Infantino, tetapi langsung melewati Trump dan menyalami Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum serta Perdana Menteri Kanada Mark Carney.

Pelatih Argentina Lionel Scaloni menangis dalam konferensi pers usai pertandingan. Ia meragukan kemampuannya untuk melanjutkan tugas bersama tim nasional. "Saya merasa perlu berpikir karena saya tidak tahu apakah saya akan mampu melakukan sesuatu sebesar ini," ujarnya. "Kita harus membicarakannya. Tempat saya adalah tempat impian semua orang. Kami berusaha hingga saat-saat terakhir untuk memberikan yang terbaik sebagai staf pelatih, begitu juga para pemain, dan saya pikir adil untuk mempertimbangkannya. Tempat ini luar biasa."

Scaloni juga mengakui bahwa kelompok pemain saat ini mungkin tidak akan terbentuk lagi. "Saya tidak pernah membayangkan akan berada di sini. Untuk maju, banyak hal yang dibutuhkan. Di atas segalanya, kita perlu mengatur ulang, membentuk kelompok seperti ini, yang kemungkinan besar tidak akan pernah terbentuk lagi. Ini menghancurkan hati saya. Saya minta maaf," jelasnya.

Lionel Messi juga terlihat menangis saat pemain Spanyol merayakan kemenangan. Pertandingan ini diperkirakan menjadi laga terakhir Messi bersama Argentina di Piala Dunia. Scaloni memuji Messi, yang kini berusia 39 tahun. "Dia sudah berusia 39 tahun, sungguh luar biasa. Bagi saya selalu jelas bahwa dia akan bermain sampai dia memilih untuk berhenti dan semua orang akan mendukungnya. Saya harap semua orang bangga padanya, karena dia adalah pemain sepak bola terbaik yang pernah menginjakkan kaki di lapangan," tandasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags