Legenda Manchester United, Paul Scholes, menilai timnya perlu memperkuat lini belakang dan secara mengejutkan merekomendasikan Cristian Romero sebagai kandidat utama. Menurut Scholes, bek Tottenham Hotspur itu bisa membawa MU naik level di bawah asuhan Michael Carrick.
Scholes mengungkapkan pandangannya ketika ditanya mengenai posisi yang paling membutuhkan tambahan pemain di skuad MU. Mantan gelandang timnas Inggris itu secara spesifik menunjuk Romero sebagai pemain yang mampu memperkokoh pertahanan Setan Merah.
MU memasuki musim 2026-2027 dengan Carrick sebagai pelatih permanen. Sebelumnya, Carrick dipercaya menjadi pelatih interim setelah Ruben Amorim dipecat, dan ia berhasil membawa MU finis di posisi ketiga Premier League sekaligus mengamankan tiket Liga Champions.
Kembalinya MU ke Liga Champions membuat beban pertandingan meningkat. Setidaknya ada delapan pertandingan tambahan yang harus dimainkan MU musim ini, belum termasuk kemungkinan melaju ke fase gugur kompetisi elite Eropa tersebut.
Kondisi itu membuat Scholes menilai kedalaman skuad menjadi persoalan penting. Terlebih, MU hanya memainkan 40 pertandingan pada musim lalu setelah tersingkir lebih awal dari Carabao Cup dan FA Cup, jumlah pertandingan paling sedikit klub sejak musim 1914-1915.
MU sebenarnya sudah melakukan sejumlah perubahan pada musim panas. Benjamin Sesko, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Senne Lammens diharapkan mampu melanjutkan performa positif mereka, sementara Youri Tielemans dan Andrey Santos datang untuk memperkuat lini tengah.
Namun, Scholes melihat sektor bek tengah masih membutuhkan tambahan pemain berkualitas. Menurut dia, MU perlu memiliki bek yang lebih konsisten dan cukup bugar untuk tampil dalam banyak pertandingan.
"Saya pikir bek tengah mungkin menjadi area terbesar yang perlu diperbaiki," kata Scholes dikutip dari Sport Bible.
"Anda membutuhkan bek tengah yang bisa diandalkan untuk Premier League. Anda ingin mereka cukup fit untuk bermain di sebagian besar pertandingan. Harry Maguire tidak terlalu sering, tetapi Martinez mengalami banyak cedera. Mereka memiliki pemain muda Ayden Heaven, yang menurut saya merupakan prospek yang sangat bagus, tetapi dia masih akan melakukan kesalahan," ujarnya.
"Dia masih muda. Bek tengah adalah posisi yang perlu mereka perbaiki jika mereka ingin bersaing di papan atas liga," ucapnya.
Scholes Pilih Romero
Ketika diminta menyebut nama pemain yang cocok untuk mengatasi persoalan tersebut, Scholes justru mengeluarkan pilihan yang tidak banyak diperkirakan. Dia menyarankan MU mengejar Cristian Romero dari Tottenham.
"Ini salah satu pilihan yang mungkin membuat Anda tertawa," kata dia.
"[MU seharusnya merekrut] Cristian Romero dari Tottenham. Saya tahu ini mungkin terdengar bodoh, tetapi saya hanya berpikir... saya menyukainya. Saya pikir dia gila. Dia bek yang sangat bagus yang melakukan beberapa hal bodoh. Dia benar-benar seperti badut," tuturnya.
Meski menggunakan penilaian keras terhadap karakter permainan Romero, Scholes tetap melihat kualitas besar dalam diri bek asal Argentina tersebut. Dia bahkan menilai gaya bermain Romero bisa lebih terkontrol jika berada di bawah arahan Carrick yang dikenal tenang.
"Tetapi saya pikir jika seseorang bisa mengendalikannya, seperti Michael Carrick yang sangat tenang dan santai, dia mungkin bisa membantunya," kata Scholes.
"Dia terlihat seperti bek yang benar-benar menjadi pahlawan kultus. Saya tahu ini mungkin terdengar aneh, tetapi saya pikir para penggemar di Old Trafford akan menyukainya," ujarnya.
Scholes juga menilai Romero memiliki rekam jejak yang cukup kuat untuk menjadi tambahan penting bagi MU. Bek Argentina tersebut sudah merasakan kesuksesan bersama tim nasional maupun klub.
"Ada sesuatu dalam dirinya. Dia memenangkan Liga Europa bersama Spurs, dia memenangkan Piala Dunia, dua Copa America. Jelas ada sesuatu tentang dia....dan dia murah, 30-40 juta poundsterling."
Kisaran harga yang disebut Scholes setara sekitar Rp722,31 miliar hingga Rp963,08 miliar.
Romero sendiri memang dikaitkan dengan kepindahan dari Tottenham pada musim panas ini. Inter Milan dan Atletico Madrid disebut menjadi dua klub yang berada di posisi terdepan dalam perburuan bek tersebut, sementara Arsenal juga sempat dikaitkan dengan kemungkinan transfer mengejutkan.
Selain Romero, Scholes juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Sandro Tonali. Namun, peluang MU merekrut gelandang Italia tersebut sudah tertutup setelah Tonali pindah ke Tottenham dengan nilai transfer 100 juta poundsterling atau sekitar Rp2,41 triliun pada musim panas ini.
Scholes juga memberikan penilaian positif terhadap gelandang Crystal Palace dan Timnas Inggris, Adam Wharton. Dia bahkan menilai Wharton bisa menjadi tambahan yang sangat bagus untuk skuad MU.
Dengan bursa transfer yang masih dibuka hingga 1 September, MU masih memiliki waktu untuk melakukan aktivitas tambahan. Nicky Butt, mantan pemain MU sekaligus rekan Scholes dalam podcast, juga menilai klub perlu mempertimbangkan perekrutan penyerang tambahan untuk menjadi pelapis Benjamin Sesko.
MU akan mengawali perjalanan mereka di Premier League musim 2026-2027 dengan bertandang ke markas Hull pada 23 Agustus. Pertandingan tersebut menjadi awal era penuh Carrick setelah dia sebelumnya memimpin tim sebagai pelatih interim.
Jika MU benar-benar mengikuti rekomendasi Scholes dan mengejar Romero, lini belakang Setan Merah akan mendapatkan bek dengan karakter agresif, pengalaman internasional, serta koleksi trofi besar. Namun, hingga kini rekomendasi tersebut masih sebatas pandangan Scholes dan belum menjadi kesepakatan transfer.
Artikel Terkait
Rashford Kembali ke Manchester United dengan Nomor Punggung Baru
Rashford Kembali ke Skuad Utama Manchester United Usai Dipinjamkan ke Barcelona
Belum Puas Belanja Rp2 Triliun, MU Kejar Gelandang AS Monaco Lamine Camara
Atletico Madrid Ungguli Barcelona dan Inter dalam Perburuan Cristian Romero