Winger andalan PSM Makassar, Rizky Eka Pratama, tengah menjadi rebutan dua klub papan atas Indonesia menjelang bursa transfer musim ini. Persebaya Surabaya dan tim promosi Adhyaksa FC disebut-sebut siap mengamankan jasa pemain dengan nilai pasar mencapai Rp3,48 miliar tersebut, memicu spekulasi mengenai masa depannya di klub berjuluk Juku Eja.
Kabar ketertarikan ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun basis suporter @psminfo_1915 yang menampilkan foto sang winger dengan narasi menggantung. “Pemain yang dirumorkan hengkang,” tulis akun tersebut, langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pendukung PSM.
Jika memilih berlabuh ke Persebaya Surabaya, Rizky Eka berpeluang besar melakoni reuni emosional dengan mantan juru taktiknya di PSM, Bernardo Tavares, yang kini menakhodai tim Bajul Ijo. Di sisi lain, Adhyaksa FC yang berstatus sebagai tim promosi ambisius, siap menawarkan proyek sepak bola menarik dan nilai kontrak yang tidak kalah menggiurkan. Rizky Eka juga bisa bereuni dengan Adilson Silva, eks bomber PSM yang kini memperkuat Adhyaksa.
Rumor kepindahan ini langsung memicu gelombang reaksi dari para suporter PSM Makassar di jagat maya. Pendukung setia Juku Eja terbelah antara merelakan demi kesejahteraan sang pemain, atau mendesak manajemen untuk memagarinya dengan kontrak baru. Beberapa suporter bersikap realistis dan mendukung keputusan Rizky jika memilih hengkang demi finansial. “Demi keberlangsungan hidup,” tulis akun @andyfrwn. “Lebih enak rumput tetangga memang,” sindir @s.aldyy04. “Pergilah untuk keluarga!” timpal @raven_mochker memberikan restu.
Namun, tidak sedikit pula yang meminta manajemen PSM mempertahankan talenta lokal ini karena dinilai memiliki masa depan cerah. “Pertahanin, saya lihat ini pemain masih lumayan muda dan konsisten. Hanya perlu rajin latihan, disiplin, yakin akan sebuah kejutan,” cetus @chieilaksa penuh harap.
Di tengah riuhnya spekulasi transfer, Rizky Eka saat ini harus fokus penuh pada agenda nasional. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, resmi memasukkan namanya ke dalam daftar pemain yang dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Jakarta pada 26–30 Mei 2026. TC ini merupakan persiapan krusial guna membangun kedalaman skuad menjelang bergulirnya Piala AFF 2026 yang akan dihelat pada 24 Juli hingga 23 Agustus mendatang.
Bagi Rizky Eka, ini adalah momen pembuktian yang sangat dinanti. Sejak menembus tim utama PSM Makassar pada tahun 2019, baru di usia 26 tahun inilah ia berhasil mendapatkan status debutan di skuad Garuda. Konsistensinya menyisir sisi lapangan akhirnya dilirik oleh Herdman yang dikenal menyukai pemain sayap cepat dan disiplin taktik.
Meroketnya daya tawar Rizky Eka di bursa transfer musim ini bukanlah sebuah kebetulan. Ada tiga faktor utama yang membuatnya menjadi komoditas sekunder yang sangat seksi di Super League. Pertama, faktor Bernardo Tavares di Persebaya. Kedekatan taktis antara Rizky Eka dan Tavares saat di PSM menjadi kartu truf. Tavares sudah sangat paham cara memaksimalkan transisi cepat Rizky, menjadikannya pilihan instan yang minim adaptasi bagi Persebaya. Kedua, ambisi tim promosi. Bagi Adhyaksa FC, merekrut pemain berlabel Timnas sekelas Rizky Eka adalah pernyataan tegas bahwa mereka tidak sekadar numpang lewat di kompetisi teratas, sekaligus menaikkan brand value klub. Ketiga, kematangan bermain. Di usia 26 tahun, Rizky berada di usia emas pesepak bola. Ia memiliki kombinasi langka antara pengalaman panjang sejak 2019 dan kondisi fisik yang sedang prima. Panggilan Timnas ini otomatis melipatgandakan nilai pasarnya, membuat PSM harus bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan aset berharganya secara cuma-cuma.
Artikel Terkait
Fabio Lefundes Tinggalkan Borneo FC, Malut United Jadi Pelabuhan Baru
Persebaya Resmi Ikat Alex Martins, Bomber Tajam Dewa United
Barcelona Aktifkan Lagi Negosiasi Transfer Marcus Rashford, Capai Kesepakatan Personal
PSM Makassar Incar Wonderkid Persipura Reno Salampessy untuk Gantikan Victor Dethan