Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Catatan Kelam di Stadion Banten

- Kamis, 29 Januari 2026 | 22:00 WIB
Sriwijaya FC Dibantai 15-0, Catatan Kelam di Stadion Banten

BANTEN Harapan itu pupus sudah. Alih-alih menutup putaran kedua Pegadaian Championship 2025/2026 dengan kepala tegak, Sriwijaya FC justru mengalami malam paling kelam dalam sejarah klub. Mimpi buruk yang tak seorang pun sangka akan terjadi.

Di hadapan 1.982 pasang mata penonton di Stadion Banten International Stadium, Kamis malam (29/1/2026) lalu, Laskar Wong Kito dibantai habis-habisan oleh tuan rumah, Adhyaksa FC Banten. Skor akhirnya? Lima belas tanpa balas. Lima belas. Angka itu sendiri sudah bicara banyak.

Sejak menit pertama, suasana sudah terasa tidak benar-benar. Baru satu menit berjalan, Makan Konate mantan penggawa Persib langsung merobek jala gawang Sriwijaya. Gol itu datang dari umpan matang Adilson Silva, eks bomber PSM Makassar. Dua nama yang memang jadi andalan Adhyaksa.

Dan itu baru permulaan.

Tekanan Adhyaksa benar-benar gila. Mereka tak memberi ruang bernapas sedikit pun. Menit keenam, Konate menggandakan keunggulan. Lalu Fergonzi menyusul. Adilson Silva pun tak mau ketinggalan. Pertahanan Sriwijaya berantakan, seperti kapal yang diterjang badai. Serangan datang bertubi-tubi, tanpa bisa dihentikan. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 7-0. Situasi yang sudah terlihat mustahil untuk dibalik.

Memasuki babak kedua, harapan untuk sekadar mengurangi aib pun tampaknya sirna. Adhyaksa tetap haus. Mereka terus menekan, seolah tak puas dengan tujuh gol. Sriwijaya? Tim itu terlihat kehilangan semangat, tak berdaya. Gol demi gol terus tercipta. Satu, dua, tiga… hingga peluit akhir akhirnya berbunyi, menghentikan penderitaan itu di angka lima belas.

“Kami benar-benar kehilangan segalanya malam ini. Organisasi, semangat, pertahanan. Semuanya,” ujar seorang sumber internal tim, suaranya terdengar lirih.

Kemenangan telak ini jelas jadi penegasan. Adhyaksa FC Banten, dengan deretan pemain berpengalaman bekas Super League, memang sedang dalam kondisi beringas. Mereka adalah kekuatan yang sangat ditakuti di Liga 2 musim ini. Bagi mereka, ini penutup manis untuk putaran kedua.

Namun begitu, bagi sepak bola Indonesia, skor 15-0 ini langsung menjadi sorotan tajam. Ini bukan sekadar kekalahan. Ini adalah catatan kelam, salah satu hasil paling ekstrem dan brutal yang pernah tercatat dalam sejarah kompetisi kasta kedua tanah air.

Beban kini sepenuhnya ada di pundak Sriwijaya FC. Kekalahan seperti ini lebih dari sekadar angka; ini tamparan mental yang sangat keras. Pekerjaan rumah menanti, dan waktunya tak banyak. Mereka harus bangkit dari reruntuhan malam yang memalukan itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler