Kronologi malam kejadian turut dijelaskan Kanisius. "Jam 12 malam kami melihat Letda Thorik, Sertu Andre Mahoklori, Pratu Rifaldi, dan Pratu Firdaus masuk ke ruangan," ujarnya dalam kesaksian.
Setelah mengalami kekerasan, Lucky harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Aeramo, Nagekeo untuk perawatan medis. Kanisius bersama Pratu Alam sempat membesuk korban pada 5 Agustus 2025 pagi sebelum Lucky meninggal dunia.
Kasus pembunuhan Prada Lucky Chepril ini terus menyedot perhatian publik. Sidang lanjutan di Pengadilan Militer Kupang diharapkan dapat mengungkap lebih banyak fakta dan memberikan keadilan bagi korban.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka