Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga membantah kabar tersebut dengan menyebut artikel Miami Herald yang memberitakan kesiapan pasukan AS menyerang Venezuela sebagai berita palsu. Rubio menegaskan bahwa sumber informasi yang dikutip media telah menyesatkan publik.
Operasi militer AS di wilayah tersebut sebenarnya telah dimulai sejak September lalu dengan serangan terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan penyelundupan narkoba. Data menunjukkan operasi ini telah menewaskan sedikitnya 62 orang dan menghancurkan 14 kapal serta satu kapal semi-selam.
Pemerintahan Trump menyatakan kapal-kapal kecil penyelundup narkoba sebagai ancaman keamanan nasional, meskipun para ahli mengkritik operasi militer ini sebagai tindakan pembunuhan di luar hukum meski menargetkan pengedar narkoba.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka