Raja Charles III Cabut Gelar Pangeran Andrew: Dampak & Kronologi Lengkap

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 08:20 WIB
Raja Charles III Cabut Gelar Pangeran Andrew: Dampak & Kronologi Lengkap

Raja Charles III Cabut Gelar Kerajaan Pangeran Andrew

Raja Charles III secara resmi mencabut gelar kerajaan yang disandang adiknya, Pangeran Andrew. Keputusan bersejarah ini juga mengusir Andrew dari kediaman resminya di dalam kawasan Istana Windsor.

Pengumuman Resmi dari Istana Buckingham

Melalui pernyataan resmi, Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa mulai sekarang, Pangeran Andrew akan dikenal dengan nama sipil Andrew Mountbatten Windsor. Proses formal pencabutan gelar telah dimulai oleh Raja Charles, dan Andrew diperintahkan untuk segera pindah dari Kastil Windsor.

Latar Belakang Pencabutan Gelar

Keputusan ini muncul setelah meningkatnya tekanan publik terkait tuduhan pelecehan seksual yang dilayangkan oleh almarhumah Virginia Giuffre, salah satu korban utama Jeffrey Epstein. Meskipun Andrew secara konsisten membantah semua tuduhan tersebut, Istana menyatakan bahwa langkah ini dianggap perlu.

Istana Buckingham menegaskan, "Yang Mulia ingin menegaskan bahwa pikiran dan simpati terdalam kami telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan." Diketahui bahwa Andrew tidak mengajukan keberatan atas keputusan sang Raja.

Peran Tuduhan Virginia Giuffre

Spekulasi mengenai nasib Andrew memanas setelah catatan pribadi Virginia Giuffre diterbitkan secara anumerta. Dalam catatannya, Giuffre mendetailkan tuduhan bahwa ia diperdagangkan untuk berhubungan seks dengan Andrew sebanyak tiga kali, termasuk dua kali saat ia masih berusia 17 tahun.

Giuffre meninggal karena bunuh diri pada April 2025 di usia 41 tahun. Sementara Jeffrey Epstein, terpidana kasus perdagangan seks, telah ditemukan meninggal bunuh diri di penjaranya pada tahun 2019.

Reaksi Keluarga Giuffre

Keluarga Giuffre, yang selama ini mendesak pencabutan gelar Andrew, menyambut baik keputusan Raja Charles. Dalam pernyataan mereka kepada BBC, keluarga tersebut menyebutnya sebagai sebuah kemenangan.

"Hari ini, seorang gadis Amerika biasa dari keluarga Amerika biasa telah menjatuhkan seorang pangeran Inggris dengan kejujuran dan keberaniannya yang luar biasa," ujar mereka. "Virginia Roberts Giuffre, saudari kami, yang masih anak-anak ketika dilecehkan, tidak pernah berhenti memperjuangkan pertanggungjawaban."

Meski telah membantah semua tuduhan, Andrew sebelumnya setuju menyelesaikan gugatan perdata pelecehan seksual dari Giuffre dengan membayar jutaan dolar pada tahun 2022.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler