Rusia Uji Coba Drone Bawah Air Nuklir Poseidon, Klaim Tak Bisa Dicegat
Presiden Rusia Vladimir Putin kembali melakukan uji coba kedua dalam sepekan terhadap senjata nuklir strategis. Kali ini, Moskow menguji drone bawah air bertenaga nuklir 'Poseidon' yang diklaim memiliki kemampuan tak tertandingi.
Uji Coba Senjata Nuklir Poseidon
Dalam kunjungannya ke rumah sakit militer, Putin mengumumkan keberhasilan uji coba sistem bawah air tak berawak Poseidon. Perangkat ini dilengkapi dengan unit tenaga nuklir dan disebut-sebut sebagai senjata yang tidak dapat diintervensi oleh negara manapun.
Kemampuan Teknis Drone Bawah Air Nuklir
Menurut sumber industri militer Rusia yang dikutip TASS, Poseidon memiliki kemampuan operasional yang mengesankan:
- Berkemampuan menyelam lebih dari 1 kilometer
- Kecepatan hingga 70 knot
- Membawa hulu ledak nuklir 2 megaton
- Dapat mencapai benua mana pun di dunia
Respons Internasional
Uji coba ini dilakukan meski mendapat peringatan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menilai latihan militer tersebut tidak tepat. Putin sebelumnya juga mengawasi uji coba rudal jelajah Burevestnik yang memiliki jangkauan tak terbatas.
Klaim Keunggulan Teknologi Militer
Pemimpin Rusia tersebut menegaskan bahwa tidak ada negara yang saat ini mampu menandingi kecepatan dan kedalaman penyelaman Poseidon. Putin juga menyatakan bahwa kemungkinan besar kemampuan serupa tidak akan terwujud dalam waktu dekat oleh negara lain.
Artikel Terkait
Pencarian 9 Hari di Bandung Barat: 74 Korban Longsor Ditemukan, 6 Masih Hilang
Liam dan Ayahnya Bebas dari Penahanan Imigrasi Setelah Perintah Hakim
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Bisa Picu Perang Regional
Asap Jingga di Cilegon Bikin Heboh, Ternyata Cuma Reaksi Kimia