Satelit Lampung-1 Resmi Mengorbit, BRIN Jamin Keamanan Data

- Jumat, 07 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Satelit Lampung-1 Resmi Mengorbit, BRIN Jamin Keamanan Data

Satelit hiperspektral Lampung-1 resmi diluncurkan dari perairan Haiyang, Provinsi Shandong, China, pada Rabu (5/8). Peluncuran ini menandai langkah baru dalam pemanfaatan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung pembangunan berbasis data di Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memastikan keamanan data yang dikirimkan satelit tersebut meski diluncurkan di luar negeri. Menurutnya, BRIN telah terlibat dalam diskusi terkait aspek keamanan data sejak awal, dan otoritas penyimpanan data untuk Indonesia akan dipegang penuh oleh BRIN.

"Tapi yang jelas semua terkait dengan soal penyimpanan data dan lain sebagainya yang untuk Indonesia itu BRIN yang akan memiliki otoritas. Insyaallah aman, moga-moga aman insyaallah," kata Arif kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Arif juga mengungkapkan bahwa BRIN tengah menyiapkan satelit produksi dalam negeri, BRIN Neo-1, yang pabriknya berada di Bogor. Satelit tersebut dijadwalkan mengorbit pada awal 2027.

"Nah tapi yang paling penting lagi kita insyaallah juga akan launching satelit juga BRIN, BRIN Neo-1 itu produksi BRIN sendiri pabriknya ada di Bogor, segera kita akan launching awal 2027," ujarnya.

Peluncuran Lampung-1 menggunakan roket Smart Dragon-3 dalam misi OSE Hyperspectral Twin Satellites. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal hadir langsung menyaksikan peluncuran bersama delegasi Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Provinsi Shandong, STAR.VISION Aerospace, serta sejumlah mitra internasional.

Rahmat menyebut peluncuran ini sebagai tonggak baru kerja sama antara Lampung dan Shandong yang sebelumnya telah menjalin hubungan sister province. Ia berharap teknologi satelit dan AI mampu membantu pemerintah mengambil kebijakan pembangunan yang lebih akurat.

"Ini adalah momen yang sangat membanggakan. Yang kami saksikan hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah satelit, tetapi dimulainya babak baru kerja sama internasional yang akan membantu Lampung memanfaatkan teknologi antariksa dan kecerdasan artifisial untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan," kata Rahmat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags