Presiden Prabowo Subianto mengundang 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (6/8). Dalam kesempatan itu, ia meninjau langsung berbagai produk inovasi BRIN, mulai dari air mineral olahan, keripik ubi, hingga genteng yang diklaim lebih kuat dan tahan lama.
Prabowo tidak hanya melihat, tetapi juga mencoba sejumlah produk tersebut. Saat diperlihatkan air hasil olahan mesin yang bisa langsung diminum, ia sempat melontarkan candaan. "Ini zaman waktu muda Bu Mega juga sudah minum juga," ujar seorang peneliti BRIN. "Kalau Bu Mega minum, masa Prabowo enggak," timpal Prabowo.
Ia juga menguji kekuatan genteng buatan BRIN dengan membanting dan menginjaknya. Genteng itu dijual seharga Rp26 ribu per buah, lebih mahal dari genteng tanah yang hanya Rp7 ribu. "Tapi ini juga ringan, dan lebih tahan lama kali ya," tuturnya.
Alasan Undang BRIN ke Istana
Prabowo mengungkapkan alasannya mengundang para peneliti BRIN ke Istana. Ia ingin melihat langsung capaian riset mereka. "Saya sengaja mengundang ke Istana karena saya ingin melihat, mungkin pertama kali tidak terlalu detail dan tidak terlalu komprehensif, tapi untuk mendapat gambaran hasil-hasil yang Saudara-Saudara telah capai di BRIN," ujarnya.
Ia pun mengapresiasi kehadiran para peneliti dan berharap dapat mengunjungi kampus-kampus BRIN. "Kita mengerti semua bahwa pembangunan suatu bangsa itu ditentukan oleh apakah bangsa itu mampu menguasai sains dan teknologi atau tidak," ungkapnya.
Pendidikan dan Riset Jadi Sorotan
Di hadapan para peneliti, Prabowo menyoroti rendahnya investasi riset di Indonesia. "Kita koreksi diri kita sebagai bangsa, investasi kita di bidang research and development sangat sedikit, jauh dari yang seharusnya," katanya. Pemerintah, menurut dia, akan mencari sumber pendanaan untuk memperkuat sektor riset, antara lain dari penghematan praktik korupsi dan penipuan.
Prabowo juga menyoroti capaian Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA) yang masih tertinggal dibanding sejumlah negara tetangga. "Skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina. Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura," jelasnya. Namun, ia menilai perbandingan dengan Singapura tidak sepenuhnya sebanding karena perbedaan skala dan tantangan. "Kalau Singapura saya nggak terlalu, nggak usah kita terlalu khawatir kok hanya negara 5 juta kok, satu kota ya kan," ujarnya.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, Prabowo berencana melakukan investasi besar. "Saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya akan perbaiki semua sekolah dari fisik," ujarnya. Ia juga akan membangun sekolah-sekolah unggulan dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) untuk anak-anak berprestasi. "Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar, bisa kita seleksi nanti dia kejar universitas-universitas terbaik di dunia," tuturnya.
Sepak Bola dan Introspeksi
Di sela-sela acara, Prabowo juga menyinggung kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia FIFA 2026. Ia mengaku sedih, tetapi meminta agar tidak ada yang mencari kambing hitam. "Tapi saya sangat sedih terus terang saja, ya kan, masalah sepak bola saja kita tidak mampu masuk Piala Dunia," katanya. "Maksud saya begini, lihat fakta itu. Negara sebesar kita, ya, tidak bisa ikut Piala Dunia. Satu yang saya bilang jangan mengeluh, jangan mencari kambing hitam, jangan, karena itu tidak akan membantu," tegasnya.
Artikel Terkait
Prabowo Puji Bahlil di Peluncuran 10 Buku: Nilai 100 Milik Tuhan, 99 Milik Presiden
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Parpol dan Istana Anggap Hak Prerogatif Prabowo
Prabowo Beri Rapor Memuaskan untuk Bahlil dan Puji Kader Golkar
Prabowo Instruksikan Evaluasi dan Pembaruan Buku Pelajaran hingga Perbandingan dengan Negara Tetangga