Gelombang panas yang menyengat melanda Eropa tengah membawa rekor suhu baru bagi Austria dan Slovakia. Pada Rabu (5/8/2026), suhu di kedua negara itu menembus 41 derajat Celsius, memecahkan rekor sebelumnya.
Di Austria, suhu tertinggi tercatat di Bad Deutsch-Altenburg, wilayah timur, mencapai 41,2 derajat Celsius. Sementara itu, di Slovakia, desa Kamenica nad Hronom di barat daya mencatat 41,4 derajat Celsius. Rekor-rekor ini terjadi di tengah periode cuaca panas ekstrem dan curah hujan rendah yang melanda kawasan tersebut, yang sebelumnya juga telah memecahkan sejumlah rekor lokal.
Badan cuaca setempat melaporkan bahwa Austria mengalami Juli terhangat keempat dalam catatan sejarah. Di beberapa stasiun pemantau, defisit curah hujan mencapai 90 persen, memperparah kondisi kekeringan.
Dampak panas terasa langsung bagi warga. Christina, penjual es krim berusia 20 tahun di Wina, mengaku bisnisnya sepi pada siang hari akibat suhu ekstrem. "Nanti, saat matahari terbenam, kami kedatangan banyak pelanggan, syukurlah," ujarnya. Ia menambahkan, "Kipas angin sangat membantu kami; itu adalah penyelamat kami."
Di Slovakia, rekor suhu tertinggi sepanjang masa telah terpecahkan dua kali pada bulan Juni. Para ahli menilai perubahan iklim telah memperparah kekeringan di seluruh Eropa pada musim panas ini, dengan panas ekstrem yang memicu kondisi sangat kering tersebut.
Artikel Terkait
Eropa Barat Alami Juni dan Juli Terpanas, Kekeringan dan Kebakaran Hutan Mengintai
Warga Korsel Berlindung di Gua Bawah Tanah Saat Gelombang Panas
Gelombang Panas Ekstrem di Korea Selatan Tewaskan 16 Orang
Korea Utara Sarankan Sup Daging Anjing untuk Lawan Cuaca Panas Ekstrem