Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Perlucutan Senjata

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Israel Tegaskan Tak Akan Tarik Pasukan dari Gaza Sebelum Hamas Perlucutan Senjata

Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari Jalur Gaza hingga Hamas melakukan perlucutan senjata secara sungguh-sungguh. Sikap ini disampaikan setelah Hamas menyatakan kesiapannya untuk melucuti senjata, namun dengan syarat Israel lebih dulu menarik pasukannya dari wilayah tersebut.

"Israel telah menegaskan kembali bahwa tidak akan ada penarikan pasukan IDF sama sekali dari 'Garis Kuning' saat ini, kecuali Hamas melakukan perlucutan senjata yang sungguh-sungguh," ujar seorang sumber politik Israel kepada AFP pada Sabtu (1/8/2026). Sumber itu merujuk pada garis demarkasi antara wilayah yang dikuasai Hamas dan wilayah yang dikuasai pasukan Israel.

Pernyataan ini muncul sehari setelah Hamas, pada Jumat (31/7), mengonfirmasi persetujuannya terhadap kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Israel. Kesepakatan itu mencakup ketentuan mengenai perlucutan senjata Hamas dan penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Meski demikian, tanggapan dari sumber politik Israel tersebut masih bersifat tidak resmi. Pemerintah Israel sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesepakatan yang telah disetujui Hamas itu.

Perlucutan senjata Hamas memang menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya memajukan kesepakatan gencatan senjata Gaza yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (30/7) malam mengumumkan kesepakatan untuk "perlucutan senjata total" Hamas. Trump menyebut langkah ini sebagai hal krusial menuju terbentuknya pemerintahan Palestina yang baru di Jalur Gaza.

Para pejabat Hamas mengatakan kepada AFP bahwa sebuah komite yang dibentuk oleh Dewan Perdamaian bentukan Trump untuk mengelola Gaza akan mengawasi proses penyimpanan senjata milik kelompok mereka.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags