Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Meluas: 693 Siswa dan 14 Guru Alami Gejala

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:20 WIB
Keracunan MBG di SMKN 6 Semarang Meluas: 693 Siswa dan 14 Guru Alami Gejala

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mencatat jumlah korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang terus bertambah. Tak hanya siswa, sejumlah guru pun ikut mengalami gejala serupa.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan sementara, total 707 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan. Rinciannya, 693 siswa dan 14 guru.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Hakam, Sabtu (1/8/2028).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar korban, yakni 698 orang, mendapatkan penanganan langsung di lokasi sekolah. Sementara itu, sembilan orang lainnya dirujuk ke fasilitas kesehatan untuk menjalani observasi lebih lanjut.

"Dari jumlah tersebut, 698 orang mendapatkan penanganan langsung di lokasi, sedangkan 9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," jelasnya.

Hakam memastikan seluruh korban mendapat penanganan yang tepat. Di sisi lain, Dinkes juga tengah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil sampel makanan untuk diperiksa di laboratorium.

Langkah koordinasi pun dilakukan dengan berbagai pihak terkait, termasuk SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, serta Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri. Hal ini untuk mempercepat proses penelusuran sumber keracunan.

Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara. "Distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkap Hakam.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags