Kemendagri Dorong Bantul Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

- Jumat, 31 Juli 2026 | 18:55 WIB
Kemendagri Dorong Bantul Perkuat Ekosistem Inovasi Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Pemerintah Kabupaten Bantul didorong untuk memperkuat ekosistem inovasi melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Ajakan ini disampaikan Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 di Joglo Ageng Waroeng Omah Sawa, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (31/7).

Menurut Yusharto, kompleksitas tantangan pembangunan daerah menuntut sinergi lintas sektor. Hasil penelitian dan inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium, melainkan harus dihilirisasi menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah dapat berperan sebagai pengguna atau offtaker dari berbagai inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi. Sebaliknya, perguruan tinggi membutuhkan kemitraan dengan pemerintah daerah agar penelitiannya benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Bapak dan Ibu dari berbagai fakultas memiliki banyak inovasi yang apabila dikoneksikan dengan perangkat daerah pasti memiliki hubungan dan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Bantul, Jumat.

BSKDN sendiri terus mendorong kemitraan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi hilirisasi inovasi. Salah satu implementasinya adalah kolaborasi dengan Universitas Cenderawasih yang melibatkan lebih dari seribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menginisiasi inovasi di Kabupaten Kepulauan Yapen. Dalam pembekalan, BSKDN memperkenalkan lebih dari 200 inovasi daerah dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk dari Bantul, sebagai referensi bagi mahasiswa dalam mengembangkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.

"Kemarin kami dengan Universitas Cenderawasih melepas seribu lebih mahasiswa KKN yang kita bekali sekitar 200-an lebih inovasi dari seluruh Indonesia, termasuk dari Bantul, untuk dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Demikian ini salah satu bentuk hilirisasi agar budaya inovasi berkembang luas," jelasnya.

Selain itu, Yusharto menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah. Menghadirkan ruang bereksperimen, laboratorium, serta kompetisi inovasi di sekolah dapat menyiapkan generasi inovator yang mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.

Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan masyarakat, Yusharto optimistis inovasi daerah akan semakin berkualitas serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Inovasi tidak bisa dikembangkan sendiri, artinya butuh kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat benar-benar dirasakan masyarakat," tutupnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags