Lansia Hilang 28 Jam Dievakuasi Pakai Truk gegara Desa Tak Punya Ambulans

- Kamis, 30 Juli 2026 | 08:45 WIB
Lansia Hilang 28 Jam Dievakuasi Pakai Truk gegara Desa Tak Punya Ambulans

Seorang lansia di Mojokerto yang hilang selama 28 jam harus dievakuasi warga menggunakan truk dan tandu bambu karena desa tidak memiliki ambulans atau mobil siaga. Peristiwa ini menyoroti minimnya fasilitas darurat di pedesaan.

Doso (69), warga Desa Curahmojo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan meninggalkan rumah tanpa pamit pada Minggu (26/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Menurut menantunya, Muhaimin (32), Doso yang sudah pikun diduga berjalan hingga ke kawasan tambang sirtu di persawahan Dusun Dlopo. "Bapak memang sudah pikun. Hilangnya sekitar 28 jam," kata Muhaimin kepada wartawan di rumah mertuanya.

Selama hampir satu setengah hari, keberadaan Doso tidak diketahui keluarga. Ia diduga terjatuh ke kubangan tambang hingga akhirnya ditemukan warga pada Senin (27/7) sore dalam kondisi lemas akibat dehidrasi dan mengeluhkan nyeri di bagian pinggang. Karena tidak tersedia ambulans maupun mobil siaga desa, warga mengevakuasi Doso menggunakan balai-balai bambu dari lokasi penemuan menuju jalan desa. Selanjutnya, ia diangkut menggunakan truk milik tetangganya agar bisa segera dibawa pulang.

Kepala Desa Curahmojo Sutrisno mengakui desanya memang belum memiliki mobil siaga maupun ambulans desa. Selama ini, kata dia, warga biasanya memanfaatkan kendaraan pribadi untuk membawa orang sakit. "Kami lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur," ujarnya. Selain ketiadaan mobil siaga, warga juga menyoroti akses jalan antardesa yang telah terputus sekitar 10 tahun sehingga kendaraan harus memutar hingga 5 kilometer untuk membawa warga yang sakit.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags