Kapolda Sumsel Canangkan Sabuk Kamtibmas, Ajak Warga Jadi Benteng Sosial

- Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB
Kapolda Sumsel Canangkan Sabuk Kamtibmas, Ajak Warga Jadi Benteng Sosial

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, memimpin apel besar Sabuk Kamtibmas di Mapolrestabes Palembang, Selasa (28/7). Apel yang dihadiri lintas elemen masyarakat itu digelar untuk merespons dinamika sosial Kota Palembang yang diibaratkan dua mata pisau: di satu sisi membawa kemajuan ekonomi, namun di sisi lain membuka celah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dalam arahannya di hadapan jajaran Forkopimda, mahasiswa, buruh, komunitas ojek daring, dan kelompok masyarakat lainnya, Kapolda menyoroti pentingnya membangun benteng pertahanan sosial. Menurutnya, hal itu krusial untuk menangkal ancaman, terutama isu provokatif yang berpotensi memecah belah.

Irjen Pol Sandi menegaskan, Polri tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan nyata masyarakat.

"Kita tidak perlu menjadi seorang Superman, tetapi yang kita butuhkan adalah sebuah Super Team. Jadikanlah 'Sabuk Kamtibmas' ini sebagai pengikat yang memelihara persatuan dan kesatuan, serta benteng sosial yang menjaga kehidupan dari segala bentuk potensi gangguan Kamtibmas," tegasnya dalam keterangan resmi.

Ia juga mengimbau warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) dan memperkuat ketahanan informasi. "Saya mengajak seluruh masyarakat untuk perkuat kembali Siskamling dan jangan mudah terprovokasi oleh isu yang memecah belah," pesannya.

Bagi Irjen Pol Sandi, tingginya angka pengungkapan kasus kejahatan 678 perkara sepanjang Januari hingga Juni 2026 bukanlah kebanggaan utama. Kebanggaan sejati, kata dia, adalah ketika polisi berhasil mengubah pola pikir masyarakat agar mampu secara proaktif mencegah kejahatan dari level akar rumput.

Acara itu juga dirangkai dengan pengembalian kendaraan milik korban kejahatan, pemusnahan 19,4 kg barang bukti narkoba jenis sabu, serta peluncuran Aplikasi Ampera 247 yang memudahkan warga mengakses layanan kepolisian secara digital.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, menambahkan bahwa seruan Kapolda merupakan alarm sekaligus panggilan jiwa bagi seluruh warga Sumatera Selatan.

"Arahan Bapak Kapolda sangat jelas dan mendasar; pertahanan Kamtibmas yang paling kokoh bukanlah senjata, melainkan persatuan warganya. Di era keterbukaan informasi saat ini, hoaks dan provokasi adalah ancaman nyata yang bisa merusak persaudaraan. Lewat semangat Sabuk Kamtibmas, kami mengajak seluruh elemen untuk merapatkan barisan, menyaring informasi sebelum membagikannya, dan berdiri bersama Polri untuk memastikan tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah masyarakat kita," ujarnya.

Apel Besar Sabuk Kamtibmas menjadi ikrar kebangsaan di level daerah. Melalui perpaduan antara ketegasan penegakan hukum, kolaborasi warga, dan pemanfaatan teknologi, Polrestabes Palembang mengirimkan pesan kuat: persatuan warga adalah kunci utama keamanan sejati. Seiring semangat 'Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!', Palembang kini meneguhkan langkahnya sebagai kota yang tidak hanya aman dari tindak kriminalitas, tetapi juga kebal terhadap provokasi dan perpecahan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags