Terduga pencuri ayam berinisial KD tak pulang ke rumahnya di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, selama tiga hari. Ia sempat memberikan uang gedung sekolah anak sebelum tewas dikeroyok massa usai kepergok mencuri ayam di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.
Sepupu KD, Made Partha, mengatakan bahwa KD sehari-hari bekerja serabutan. Saat musim panen cengkih tiba, ia menjadi buruh petik cengkih. Di luar musim panen, ia mencari nafkah sebagai buruh cangkul untuk menghidupi istri dan dua anak perempuannya.
"Kalau musim cengkih dia buruh petik cengkih. Kalau tidak ada musim cengkih, dia buruh nyangkul," ujar Made Partha di rumah duka, Senin (27/7/2026).
Partha mengaku tidak mengetahui alasan KD nekat diduga mencuri ayam aduan di Desa Batunya. Menurutnya, sebelum menghilang selama tiga hari, KD sempat menyerahkan uang Rp 2.713.000 kepada istrinya untuk membayar uang gedung sekolah anaknya yang bersekolah di sebuah SMA swasta.
"Nah, itu saya kurang tahu (kenapa dia diduga mencuri ayam). Soalnya waktu uang Rp 2.713.000 itu sudah ter-cover," katanya.
Tak lama setelah KD menghilang, Partha mendapat kabar dari perangkat desa bahwa ditemukan seorang mayat di kawasan Baturiti. Saat mendatangi lokasi, ia mengaku belum mengetahui penyebab kematian sepupunya.
Ia bahkan sempat menandatangani surat perdamaian di Polsek Baturiti karena mengira KD meninggal secara wajar. Namun, setelah melihat video yang beredar di media sosial dan kondisi jenazah, keluarga baru mengetahui KD diduga menjadi korban pengeroyokan massa.
"Saya kira meninggal biasa. Setelah pulang baru lihat video di media sosial, saya kaget. Istri almarhum juga tidak terima setelah melihat kondisi jenazahnya," ungkapnya.
Artikel Terkait
Polisi Belum Simpulkan Pemuda Tewas Dikeroyok di Morowali Mencuri Motor
Prajurit TNI Tewas Dikeroyok 7 Orang di Tangerang, Diduga Berebut Antrean Sate Taichan
Polisi Usut Dua Jalur Kasus Pengeroyokan Tewasnya Pria di Tabanan
Pengeroyokan Berujung Maut, Prajurit TNI Tewas Usai Cekcok Antre Sate Taichan