Aktivis LSM di Lebak Diduga Diculik dan Dianiaya, Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

- Jumat, 24 Juli 2026 | 21:05 WIB
Aktivis LSM di Lebak Diduga Diculik dan Dianiaya, Polisi Tingkatkan ke Penyidikan

Seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat di Lebak, Banten, Fuk Tjhong alias Uun, diduga menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Polisi kini tengah menyelidiki kasus tersebut.

Dalam video yang beredar di media sosial, Uun terlihat telanjang dada dan meringkuk sambil memegang kepala di dalam mobil. Ia tampak diinterogasi oleh seorang pria yang menuduhnya melakukan pelecehan dan menghina ketua dewan. Dalam rekaman itu, Uun mengaku kapok dan berjanji akan meminta maaf kepada ketua dewan. Ia bahkan menyatakan bersedia dibunuh jika mengulangi perbuatannya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (18/7) malam. Setelah kejadian, Uun melapor ke polisi dan laporannya kini tengah didalami.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/313/VII/SPKT II.DITRESKRIMUM/2026/ POLDA BANTEN tanggal 19 Juli 2026. "Penyidik terus bekerja secara maksimal untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang dilaporkan," ujarnya, Rabu (22/7/2026).

Penyidik Polda Banten telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan visum et repertum terhadap korban. Sejumlah pihak juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Polisi menduga pelaku tidak hanya satu orang. Saat ini, penyidik masih mengejar beberapa pelaku lain yang diduga terlibat.

Ketua DPRD Lebak Buka Suara

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Juwita Wulandari, membantah telah menyuruh orang untuk menganiaya Uun. Ia menolak dikaitkan dengan peristiwa tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags