Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang dinilai aktif mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Apresiasi itu disampaikan langsung kepada Bupati Bandung Dadang Supriatna saat berkunjung ke Kantor Kemensos di Jakarta.
"Saya berterima kasih kepada Bupati Bandung, Kabupaten Bandung yang turut aktif merealisasikan program strategis Bapak Presiden untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Menurut Gus Ipul, pembangunan Sekolah Rakyat akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Sekolah yang dibangun nantinya mampu menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, Kabupaten Bandung telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan di Kompleks GOR Si Jalak Harupat, Soreang.
Bupati Dadang Supriatna menjelaskan, selain Sekolah Rakyat rintisan yang sudah berjalan, pihaknya juga menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kampung Barusamoeu, Desa Lebakmucang, Kecamatan Ciwidey. Lahan tersebut kini memasuki tahap pematangan guna menjamin keamanan dan kestabilan tanah sebelum proses pembangunan.
"Alhamdulillah untuk Sekolah Rakyat, Kabupaten Bandung sudah memiliki (Sekolah Rakyat) rintisan. Tetapi insyaallah lahan kurang lebih 7,6 hektare sudah siap," ujar Dadang.
Pemkab Bandung juga telah menjangkau 20.263 anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 siswa telah ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Bandung untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Karena gedung permanen belum siap, para siswa saat ini menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat rintisan di Soreang.
Artikel Terkait
Program MBG dan Sekolah Rakyat Butuh Dukungan Sistem Pengelolaan Air Limbah
Kemensos dan Kementerian PKP Sinergi Percepat Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Kemensos dan Kementerian PKP Sinergi Percepat Bedah Rumah untuk Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
Mensos Gus Ipul Instruksikan Program Terintegrasi Berbasis Data untuk Atasi Ketimpangan Sosial