Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan imbauan mendesak kepada warga negaranya di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya ketegangan dengan Iran. Peringatan yang dirilis Senin (20/7) waktu setempat itu menyebut kondisi keamanan global tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga.
Dalam pernyataannya, Deplu AS meminta warga Amerika di luar Timur Tengah untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke atau melalui kawasan tersebut. Peringatan itu juga menyoroti kemungkinan meningkatnya serangan yang menargetkan fasilitas diplomatik AS atau lokasi lain yang terkait dengan Amerika Serikat dan warganya di berbagai belahan dunia.
Imbauan ini dikeluarkan di tengah konflik yang memanas antara Washington dan Teheran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi perang skala penuh dengan AS. Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada hari yang sama.
"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan. Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang dihadapi. "Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.
Pezeshkian menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.
Artikel Terkait
AS Kehabisan Rudal untuk Perang Besar dengan Iran, Pejabat Peringatkan
Harga Minyak Menguat di Tengah Peluang Negosiasi AS-Iran dan Ancaman Blokade Houthi
Trump Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran, Klaim Demi Hormati Tentara AS
Presiden Iran Ucapkan Selamat ke Spanyol atas Gelar Juara Piala Dunia 2026