Kericuhan meletus di Buenos Aires setelah timnas Argentina takluk 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Bentrokan antara suporter dan polisi terjadi di jalanan ibu kota Argentina, yang berujung pada penangkapan belasan orang.
Ribuan warga berkumpul untuk menonton pertandingan final di layar lebar pada Minggu (19/7) malam. Mereka berharap Lionel Messi dan kawan-kawan bisa mempertahankan trofi, namun kekecewaan justru berujung ricuh.
Pertandingan final digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat. Kekalahan Argentina dari Spanyol dengan skor tipis memicu kemarahan sebagian suporter di kampung halaman.
Menurut laporan media setempat, suasana di Buenos Aires kota berpenduduk 3 juta jiwa sempat terkendali sebelum kerusuhan pecah sekitar pukul 23.45 waktu setempat. Kericuhan dipicu saat sekelompok suporter berusaha menerobos pagar barikade di sekitar Obelisk, monumen nasional setinggi 67,5 meter yang menjadi pusat acara.
Kekacauan berlangsung sekitar 20 menit. Sekelompok besar orang mulai melemparkan botol kaca dan benda lain ke arah polisi. Petugas merespons dengan menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa.
Infobae melaporkan setidaknya 15 orang telah ditangkap terkait kerusuhan tersebut.
Artikel Terkait
Enzo Fernandez Bungkam soal Kartu Merah Usai Argentina Gagal Juara Piala Dunia
Spanyol Kampiun Piala Dunia 2026, Kalahkan Argentina 1-0 di Final
Netanyahu Dukung Argentina di Final Piala Dunia, Spanyol Jadi Idola Baru Pro-Palestina
Mourinho Kritis soal Performa Argentina di Final Piala Dunia 2026