Musim kemarau belum berakhir, namun sejumlah daerah di Indonesia justru dilanda banjir. Bencana hidrometeorologi ini terjadi di Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), Agam (Sumatera Barat), dan Sinjai (Sulawesi Selatan), memaksa warga mengungsi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut kejadian di Agam sebagai anomali. "Terdapat anomali kejadian yaitu banjir bandang di Kabupaten Agam," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).
Banjir bandang di Agam dipicu hujan dengan intensitas tinggi dan pendangkalan aliran Sungai Batang Tumayo. Air meluap hingga ke permukiman warga. Dalam video yang diterima BNPB, air berwarna cokelat tampak mengalir deras di depan rumah warga, bahkan masuk ke dalam rumah.
Abdul Muhari mengatakan 90 kepala keluarga (KK) terkena dampak banjir ini. "Ketika kejadian, sebanyak 450 warga mengungsi sementara waktu. Menjelang dini hari banjir dilaporkan berangsur surut dan sebagian pengungsi kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.
Muhari mengimbau warga untuk tetap waspada dan memantau informasi dari sumber resmi terkait potensi bencana susulan.
Artikel Terkait
Kemensos Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir di Tapanuli Tengah
Karhutla Dominasi Bencana Akhir Pekan, Sejumlah Daerah Juga Dilanda Banjir dan Longsor
Kebakaran TPA Jatiwaringin Padam 100 Persen, Operasi Beralih ke Pendinginan
Topan Maysak Terjang China Selatan, 48.000 Warga Dievakuasi