Australia Kehilangan Status Bebas Flu Burung H5 Setelah Kasus Pertama Ditemukan pada Burung Liar

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:45 WIB
Australia Kehilangan Status Bebas Flu Burung H5 Setelah Kasus Pertama Ditemukan pada Burung Liar

Australia resmi kehilangan statusnya sebagai satu-satunya benua yang bebas dari virus flu burung strain H5 setelah kasus pertama ditemukan pada seekor burung migran liar di Australia Barat. Menteri Pertanian Australia Julie Collins mengonfirmasi bahwa virus tersebut terdeteksi pada seekor burung laut liar sub-Antarktika jenis brown skua yang ditemukan terdampar di sebuah pantai terpencil pada 14 Juni lalu.

Burung tersebut ditemukan sekitar 700 kilometer di tenggara Perth dan diduga terinfeksi virus flu burung yang sangat patogen. Temuan ini menandai babak baru bagi Australia yang selama ini menjadi satu-satunya benua yang belum pernah terpapar strain H5, varian yang telah menyebar luas dan menyebabkan gangguan besar pada populasi hewan di berbagai negara.

Menanggapi temuan tersebut, Collins menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk melindungi industri unggas dari potensi penyebaran virus. Upaya itu dilakukan dengan memanfaatkan protokol biosekuriti dan pelatihan yang telah dirancang sebelumnya untuk menghadapi kemungkinan wabah.

Australia sebelumnya pernah mengalami sejumlah wabah flu burung pada peternakan unggas. Namun, kasus-kasus tersebut umumnya disebabkan oleh strain lain, terutama virus H7, dan bukan garis keturunan H5N1 yang saat ini mendominasi penyebaran global.

Flu burung atau avian influenza merupakan penyakit menular yang terutama menyerang berbagai jenis burung, tetapi juga dapat menginfeksi hewan lain dan dalam kasus tertentu menular kepada manusia. Strain H5N1 yang sangat patogen pertama kali teridentifikasi lebih dari dua dekade lalu dan dikenal sebagai salah satu varian flu burung yang paling berbahaya karena tingkat kemampuannya dalam menyebabkan penyakit dan kematian pada unggas.

Saat ini, otoritas Australia terus melakukan pemantauan untuk memastikan virus tersebut tidak menyebar ke populasi unggas domestik maupun satwa liar lainnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar