Lee Jae Myung: Trump Alihkan Fokus ke Korea Utara Usai Kesepakatan Iran

- Jumat, 19 Juni 2026 | 17:45 WIB
Lee Jae Myung: Trump Alihkan Fokus ke Korea Utara Usai Kesepakatan Iran

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini berniat mengalihkan perhatiannya ke Korea Utara setelah berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran. Pernyataan itu disampaikan Lee pada Jumat (19/6) di Seoul, usai pertemuan bilateral dengan Trump di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam jamuan makan malam beberapa hari sebelumnya, Lee mengaku telah menyampaikan pandangannya secara langsung kepada Trump. Ia menilai bahwa sanksi-sanksi yang selama ini dijatuhkan terhadap Pyongyang terkait program nuklirnya sudah tidak efektif lagi.

“Presiden Trump mengatakan bahwa sudah saatnya untuk menaruh perhatian ke masalah Korea Utara,” kata Lee kepada wartawan di Seoul, seperti dikutip dari kantor berita AFP.

“Saya mengatakan kepadanya bahwa sanksi dan tekanan (terhadap Korea Utara) tidak efektif,” ujar pemimpin Korea Selatan itu.

Lee menjelaskan bahwa efektivitas sanksi telah berkurang secara signifikan. Penyebabnya, menurut dia, adalah kerja sama militer yang semakin erat antara Korea Utara dan Rusia, yang dipicu oleh perang di Ukraina. “Bahkan sedikit bantuan dari Rusia sangat membantu Korea Utara,” tambahnya.

Sementara itu, beberapa jam setelah mengumumkan kesepakatan dengan Iran, Trump mengunggah foto dirinya bersama pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di media sosial. Foto tanpa keterangan itu diambil saat keduanya bertemu di Singapura pada tahun 2018. Langkah tersebut memicu spekulasi bahwa pemerintahan Trump selanjutnya akan memfokuskan kembali perhatiannya pada Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Di sisi lain, hubungan antara kedua Korea masih berada dalam situasi genting. Secara teknis, kedua negara masih dalam keadaan perang karena konflik tahun 1950–1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Situasi ini menjadikan setiap perubahan kebijakan dari Washington sebagai isyarat yang sangat dinantikan di Semenanjung Korea.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar