Bahrain Berhasil Cegat Serangan Rudal dan Drone Iran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Militer

- Rabu, 10 Juni 2026 | 16:15 WIB
Bahrain Berhasil Cegat Serangan Rudal dan Drone Iran, Tingkatkan Kesiapsiagaan Militer

Pertahanan udara Bahrain berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah serangan udara Iran yang dinilai berbahaya di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, Rabu (10/6/2026). Militer Bahrain, dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform media sosial X, menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan bagian dari pola permusuhan sistematis yang dilakukan Teheran dengan menggunakan rudal dan drone yang secara langsung membahayakan warga sipil.

Komando Umum Militer Bahrain menyatakan bahwa seluruh unit dan persenjataan telah ditempatkan dalam status kesiapan tertinggi untuk menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut. "Semua senjata dan unitnya berada pada tingkat kesiapan tertinggi dan sepenuhnya siap untuk pertahanan guna melindungi Kerajaan," demikian bunyi pernyataan militer yang dikutip dari Anadolu.

Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta menghindari mendekati atau menyentuh benda mencurigakan yang mungkin merupakan sisa-sisa serangan Iran dan segera melaporkannya kepada otoritas terkait. "Menargetkan warga sipil dan properti pribadi secara sengaja dengan rudal dan drone merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional," tegas militer Bahrain dalam pernyataannya.

Sementara itu, sebelum insiden tersebut, Kementerian Dalam Negeri Bahrain telah mengaktifkan sirene peringatan di seluruh wilayah negara setelah Garda Revolusi Islam Iran mengklaim telah melancarkan serangan yang menargetkan Armada Kelima Amerika Serikat yang bermarkas di Bahrain. Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik regional yang melibatkan kepentingan langsung negara adidaya di kawasan Teluk.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar