Permasalahan jalan amblas di Jakarta Timur kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan berulang yang diduga akibat proses perbaikan yang kurang maksimal, khususnya pada bekas galian utilitas. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas infrastruktur dan pengawasan di wilayah tersebut.
Ketua Subkelompok Bidang Pekerjaan Umum Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup (PLH) Jakarta Timur, Yogi Metropeni, mengungkapkan bahwa dugaan penyebab utama kerusakan adalah ketidakoptimalan saat perbaikan. "Diduga saat proses perbaikan tidak menggunakan alat berat yang memadai hingga hasil pemadatan dan pengaspalan kurang optimal," ujarnya di Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026.
Temuan ini terungkap setelah Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) melakukan monitoring terhadap sejumlah titik jalan yang sebelumnya rusak dan berpotensi amblas. Pengawasan difokuskan di wilayah Kecamatan Makasar dan Jatinegara, dua area yang kerap mengalami masalah serupa.
Sementara itu, Yogi menyebutkan pihaknya masih melakukan pengawasan ketat terhadap empat lokasi yang sempat mengalami kerusakan meskipun seluruhnya telah diperbaiki. Keempat lokasi tersebut tersebar di Jalan Raya Pondok Gede, Kelurahan Lubang Buaya; dua titik di Jalan Raya TMII Pintu 1, Kelurahan Pinang Ranti; serta Jalan Raya Bekasi Timur, Kelurahan Jatinegara Kaum.
Di sisi lain, langkah monitoring ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Pemkot Jaktim berkomitmen untuk memastikan setiap perbaikan dilakukan sesuai standar, termasuk penggunaan alat berat yang memadai agar hasil pemadatan dan pengaspalan lebih optimal. Namun, tanpa pengawasan yang konsisten, potensi kerusakan berulang tetap menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Artikel Terkait
Habiburokhman: Partisipasi Publik Maksimal dalam Pembahasan Revisi UU Polri
Tujuh Jemaah Haji Embarkasi Padang Meninggal di Arab Saudi, Empat Dimakamkan di Saraya Suhada Al Haram
Rekonstruksi Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Digelar, 13 Tersangka Diperagakan Ulang Adegan
Menteri Kehakiman Prancis Tolak Mundur meski Publik Murka atas Kelalaian Kasus Pembunuhan Bocah 11 Tahun