Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menuntaskan latihan dasar militer bagi aparatur sipil negara yang tergabung dalam Komponen Cadangan pada gelombang pertama tahun anggaran 2026. Sebanyak 1.758 ASN dari 49 kementerian dan lembaga mengikuti rangkaian pendidikan militer yang berlangsung sejak 22 April hingga 5 Juni 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kemhan, Letjen TNI Gabriel Lema, dalam laporannya pada upacara penutupan, Jumat (5/6/2026), merinci komposisi peserta. Dari total peserta, sebanyak 1.292 orang berjenis kelamin laki-laki dan 466 orang perempuan. Seluruh peserta telah menjalani proses penyumpahan sebagai Komponen Cadangan pada Rabu (3/6) sebelum upacara penutupan digelar.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama latihan sangat relevan dengan tugas keseharian ASN. Menurutnya, disiplin, tanggung jawab, kerja sama lintas perbedaan, serta ketangguhan menghadapi tekanan merupakan bekal penting dalam pelayanan publik.
“Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ini sesungguhnya sangat relevan dengan tugas dan tanggung jawab ASN. Disiplin dalam bekerja, tanggung jawab dalam menjalankan amanah, kemampuan bekerja sama lintas perbedaan, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan dan tekanan,” ujar Rini dalam sambutannya.
Di sisi lain, Rini menekankan pentingnya peran para ASN yang telah menyelesaikan latihan untuk menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing. Ia meminta agar nilai-nilai yang didapat tidak berhenti pada seremoni, melainkan diimplementasikan dalam keseharian.
“Jadilah teladan di lingkungan kerja masing-masing. Tunjukkan bahwa ASN Indonesia mampu menjadi contoh dari disiplin, integritas, loyalitas, dan profesionalisme. Tunjukkan bahwa nilai-nilai yang Saudara peroleh selama pelatihan ini dapat diwujudkan dalam pelayanan publik yang semakin baik, pemerintahan yang semakin profesional, dan pengabdian yang semakin bermakna bagi masyarakat,” katanya.
Artikel Terkait
Polres Ogan Ilir Dialog dengan Ojol dan Pengemudi Bentor Jelang Operasi Patuh Musi 2026
Pemerintah Bantah Program Komcad ASN Langkah Militerisasi, Tegaskan sebagai Amanat Konstitusi Bela Negara
Rubio Bantah Tuduhan Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Sebut Presiden Justru Kerap Telepon Dini Hari
Hizbullah Tolak Seruan AS Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan