Toyota Kijang Innova, yang selama ini dikenal sebagai salah satu mobil keluarga terlaris di Indonesia, kini membuktikan fungsinya lebih dari sekadar kendaraan penumpang. Mobil jenis multi purpose vehicle (MPV) ini dapat dimodifikasi menjadi ambulans yang siap mendukung layanan kesehatan, terutama di daerah yang tengah menjalani pemulihan pascabencana.
Bukti nyata dari peran tersebut terlihat dari penyerahan tiga unit Toyota Kijang Innova Ambulans oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Bantuan ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan sekaligus memperlancar mobilisasi penanganan medis bagi masyarakat yang masih dalam masa pemulihan.
“Kami memahami bahwa proses pemulihan pascabencana adalah perjalanan yang panjang dan tidak mudah. Melalui langkah kecil dengan donasi tiga unit Toyota Kijang Innova ambulans ini, kami berharap dapat membantu kelancaran mobilitas penanganan masalah kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang, supaya dapat segera beraktivitas sebagaimana sebelum bencana melanda,” kata Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, dalam keterangan resminya.
Unit yang diserahkan merupakan hasil modifikasi dari basis Kijang Innova Reborn. Mobil ini memiliki panjang 4.735 mm, lebar 1.830 mm, tinggi 1.795 mm, dan jarak poros roda mencapai 2.750 mm. Dengan dimensi tersebut, ambulans hasil modifikasi dapat digunakan untuk mendukung operasional layanan kesehatan RSUD Muda Sedia, termasuk layanan rujukan pasien, transportasi medis, serta berbagai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Sementara itu, untuk menjangkau medan yang menantang pascabencana, mobil ambulans ini dibekali mesin diesel berkode 2 GD dengan kubikasi 2.393 cc. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 149 ps dan torsi maksimal 36,7 kgm, sehingga diharapkan dapat melintasi berbagai kondisi jalan yang sulit.
“Di tengah situasi penuh tantangan seperti proses pemulihan pascabencana, Toyota Indonesia berharap dapat terus hadir tidak hanya sebagai bagian dari mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari harapan dan upaya pemulihan di saat dukungan paling dibutuhkan,” ujar Nandi Julyanto.
Artikel Terkait
Rubio Bantah Tuduhan Trump Tertidur Saat Rapat Kabinet, Sebut Presiden Justru Kerap Telepon Dini Hari
Hizbullah Tolak Seruan AS Tarik Pasukan dari Lebanon Selatan
Menteri Pertahanan Taliban Peringatkan Pakistan Usai Jalin Kerja Sama Militer dengan Rusia
Pemerintah Moratorium Pendirian Dapur Baru Program Makan Bergizi Gratis, Fokus Penataan 27.000 Unit yang Sudah Beroperasi