Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, ke Hambalang, Jawa Barat, dalam rangka membahas dinamika terkini di kawasan Timur Tengah. Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (3/6/2026) itu menjadi ajang diskusi strategis antara kedua negara, mencakup isu Palestina hingga situasi terkini di Iran. Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, menyampaikan bahwa undangan tersebut merupakan bentuk komunikasi diplomatik tingkat tinggi yang terus dijaga oleh kedua pemerintahan.
Dalam pernyataan resminya melalui media sosial, Sugiono mengungkapkan bahwa kunjungan Hakan Fidan ke Indonesia dilakukan atas undangan langsung Presiden Prabowo. “Atas undangan Presiden @prabowo, Menteri Luar Negeri @HakanFidan Republik Turki, melakukan kunjungan ke Indonesia (3/6),” tulisnya pada Rabu (3/6/2026). Pertemuan ini tidak hanya membahas kerja sama bilateral, tetapi juga menyoroti situasi kemanusiaan yang mendesak di Gaza.
Salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah penyampaian apresiasi mendalam dari Presiden Prabowo kepada Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, dan pemerintah Turki. Apresiasi ini diberikan atas dukungan signifikan Turki dalam memfasilitasi pemulangan sembilan warga negara Indonesia yang sebelumnya ditangkap oleh Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di Gaza. Kesembilan WNI tersebut merupakan bagian dari misi Global Sumud Flotilla 2.0, sebuah upaya kemanusiaan yang bertujuan menembus blokade Jalur Gaza.
“Dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Fidan, Presiden @prabowo menyampaikan apresiasi terdalamnya kepada Yang Mulia Presiden Recep Tayyip Erdoğan dan Pemerintah Turki atas dukungan yang tak ternilai dalam memfasilitasi pemulangan sembilan warga negara Indonesia yang merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0,” ujar Sugiono dalam keterangan resminya.
Di luar isu kemanusiaan, pembicaraan antara Prabowo dan Hakan juga menyentuh perkembangan kondisi di Iran dan Palestina. Kedua pemimpin sepakat bahwa konflik berkepanjangan di Timur Tengah harus segera diakhiri dengan jalan damai. Sikap ini menegaskan posisi Indonesia dan Turki yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan diplomasi, bukan kekerasan. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kerja sama kedua negara terus diperkuat di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayangi kawasan.
Artikel Terkait
Wakil Menteri Imipas Silmy Salim Akhirnya Datangi KPK Usai OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat
Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Penuhi Panggilan KPK Usai Dicari Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat
Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura di Laga Perdana Garuda Championship Series 2026
Kuwait Usir Dua Diplomat Iran dan Kecam Serangan Drone di Bandara Internasional