Tiongkok Peringatkan Jepang Soal Ekspansi Militer dengan Dalih Indo-Pasifik Terbuka

- Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:45 WIB
Tiongkok Peringatkan Jepang Soal Ekspansi Militer dengan Dalih Indo-Pasifik Terbuka

Tiongkok menuding Jepang memanfaatkan kerja sama keamanan regional dan konsep “Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka” sebagai dalih untuk memperluas kekuatan militernya, sebuah langkah yang menurut Beijing dapat mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Peringatan keras itu disampaikan pada Sabtu, 9 Mei 2026, melalui juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Jiang Bin, yang secara khusus menyoroti rangkaian kunjungan terbaru Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi ke Australia dan Vietnam.

“Dengan dalih apa yang disebut sebagai ‘Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka’ serta ‘kerja sama keamanan,’ otoritas Jepang memicu konfrontasi blok dan membangun ‘lingkaran kecil’,” kata Jiang, sebagaimana dikutip oleh media pemerintah Global Times dan Anadolu.

Menurut Jiang, langkah Tokyo tersebut tidak hanya merugikan kepentingan keamanan strategis negara-negara lain, tetapi juga dijadikan alasan bagi Jepang untuk melepaskan diri dari berbagai pembatasan terhadap pengembangan militernya. Ia juga mengkritik seruan yang berkembang di Jepang untuk merevisi konstitusi pasifis pasca-Perang Dunia II. Jiang menilai dorongan tersebut menandai pergeseran dari “pembangunan militer secara terselubung menuju persiapan perang secara terbuka.”

Sementara itu, Tiongkok memperingatkan meningkatnya apa yang disebut Beijing sebagai “neo-militerisme” Jepang, sebuah fenomena yang dinilai dapat mengancam perdamaian di Asia. Dalam pernyataannya, Jiang turut menyinggung warisan Perang Dunia II dan mengingatkan bahwa tahun ini menandai 80 tahun Pengadilan Tokyo, yang mengadili para pemimpin Jepang setelah perang berakhir. Ia menuduh kelompok sayap kanan di Jepang berupaya mengecilkan agresi perang Jepang di masa lalu serta mengagungkan penjahat perang yang dihormati di Kuil Yasukuni.

Di tengah ketegangan itu, Tiongkok mendesak Jepang untuk “menghadapi sejarah” dan mengambil langkah konkret guna memperoleh kepercayaan dari negara-negara Asia tetangga serta komunitas internasional. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari Tokyo terkait pernyataan terbaru Beijing tersebut.

Di sisi lain, Jiang juga meminta “negara-negara terkait” untuk menghentikan pembentukan blok dan konfrontasi antar-kubu. Menanggapi pertemuan terbaru antara menteri pertahanan Jepang dan Filipina yang berjanji memperkuat kerja sama pertahanan, Jiang menilai sejumlah politisi dari kedua negara telah membesar-besarkan isu maritim dan melontarkan tuduhan tidak berdasar terhadap Tiongkok.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar