Surabaya: Benar-benar tak terbendung. Universitas Surabaya atau yang akrab disapa Ubaya bener-bener menunjukkan taringnya di ajang Campus League Basketball 2026 Regional Surabaya. Mereka menyapu bersih gelar juara, baik untuk tim putra maupun putri. Dua laga final digelar di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu 29 April. Hasilnya? Ubaya menang telak. Nggak main-main. Mereka seolah bilang, “Kami penguasa basket kampus di Jawa Timur.”
Tim putri Ubaya membuka pesta duluan. Mereka menghancurkan Universitas Ciputra Makassar (UCM) dengan skor yang bikin melongo: 95-28. Selisih 67 poin. Gila, kan? Nggak lama setelah itu, tim putra menyusul. Mereka menaklukkan Universitas Cendrawasih (Uncen) dengan skor 84-48. Dua kemenangan yang bikin Ubaya makin disegani.
Ubaya Putri Menggila, UCM Tak Berdaya
Sejak peluit pertama dibunyikan, tim putri Ubaya langsung agresif. Mereka mengambil alih kendali permainan dari awal. Memang, UCM sempat kasih perlawanan di kuarter pertama. Tapi itu cuma sebentar. Ubaya cepat nemuin ritme lewat transisi cepat dan pertahanan yang disiplin banget.
Masuk kuarter kedua, jarak poin melebar drastis. Serangan Ubaya lewat fastbreak dan second chance benar-benar efektif. Babak pertama ditutup dengan keunggulan telak 44-14. Setelah jeda, dominasi Ubaya makin nggak ketulungan. Rotasi pemain jalan mulus, intensitas permainan tetap terjaga. Di kuarter ketiga, UCM cuma bisa cetak 4 poin. Empat poin! Sampai kuarter akhir, Ubaya tetap konsisten dan menutup laga dengan kemenangan besar 95-28.
Meski menang telak, pelatih Wellyanto Pribadi nggak serta-merta puas. Menurut dia, performa tim masih bisa ditingkatkan. Ia soroti efektivitas penyelesaian akhir yang belum maksimal. Ini bakal jadi bahan evaluasi sebelum mereka melangkah ke fase The National.
“Kami memang menang, tapi dari segi efektivitas masih belum sesuai harapan. Ini akan jadi fokus evaluasi kami,” ujarnya.
Shooting guard Ubaya, Evelyn Fiyo, juga angkat bicara. Ia menegaskan kalau target tim belum selesai. Ia minta tim tetap fokus. Soalnya, tantangan di level nasional pasti lebih berat.
“Di babak nasional nanti, kami harus lebih siap. Lawan pasti lebih kuat, jadi kami perlu meningkatkan kualitas permainan,” kata Fiyo.
Tim Putra Ubaya Redam Perlawanan Uncen
Nah, keberhasilan tim putri ini disempurnakan sama tim putra. Mereka tampil solid menghadapi Uncen. Di awal laga, Ubaya sempat dapat tekanan. Tapi mereka mampu jaga keunggulan dengan permainan yang lebih rapi dan efektif. Babak pertama ditutup dengan skor 45-27. Di paruh kedua, dominasi makin terasa. Serangan presisi dan kontrol permainan yang matang bikin jarak poin terus melebar. Akhirnya, Ubaya menang 84-48.
Bintang Ubaya, Bobby Geraldo Alanda, ngaku kalau timnya sempat kesulitan di awal. Tapi mereka bisa bangkit berkat arahan pelatih.
“Kami sempat tertekan di awal, tapi bisa bangkit di kuarter berikutnya dan mengontrol permainan,” ujarnya.
Siap Tantang Nasional, Target Juara Berlanjut
Dengan hasil ini, tim putra dan putri Ubaya otomatis dapat tiket ke babak The National Campus League Basketball. Acaranya bakal digelar di Jakarta, 6-13 Juni 2026. Di sana, mereka bakal berhadapan dengan tim-tim terbaik dari berbagai regional Bandung, Yogyakarta, Samarinda, sampai Jakarta. Nggak main-main.
Keberhasilan ini makin mempertegas ambisi Ubaya. Mereka nggak cuma pengen berprestasi di tingkat regional. Tujuan utamanya jelas: bersaing memperebutkan gelar juara nasional.
Campus League Picu Kebangkitan Basket Kampus
Di luar hasil pertandingan, Campus League Basketball 2026 juga dinilai sukses menghidupkan lagi ekosistem basket kampus di Surabaya. Kompetisi ini diikuti 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi. Antusiasme mahasiswa? Tinggi banget.
CEO Campus League, Ryan Gozali, bilang ajang ini jadi momentum kebangkitan basket kampus yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin kompetisi ini menjadi pemicu berkembangnya ekosistem basket kampus, tidak hanya di Surabaya tapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari pihak tuan rumah, Unesa. Mereka mengapresiasi terselenggaranya ajang ini. Menurut mereka, ini jadi wadah pembinaan dan pengembangan karakter mahasiswa lewat olahraga.
Atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas yang tinggi bikin Campus League Basketball 2026 bukan sekadar turnamen biasa. Ini panggung lahirnya talenta-talenta masa depan basket Indonesia. Dan Ubaya, setidaknya untuk sekarang, jadi bintang utamanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pakar: Mitigasi Bencana di Indonesia Masih Reaktif, Perlu Hentikan Eksploitasi di Wilayah Rawan
Jasamarga Catat Kepadatan di Sejumlah Ruas Tol Jabodetabek Jelang Tengah Malam
Telkomsel Siapkan Paket RoaMAX Haji 2026 dan Posko di Berbagai Embarkasi untuk Dukung Konektivitas Jemaah di Tanah Suci
Yusril Usul Partai Politik Wajib Miliki Minimal 13 Kursi DPR, Pengamat Sebut Bentuk Pembelaan ke Partai Nonparlemen