Pontianak punya cerita yang mengharukan menjelang musim haji 2026. Aila Afifah, gadis cilik berusia 13 tahun yang masih duduk di bangku kelas VI SD, tercatat sebagai calon jemaah termuda se-Indonesia. Ia akan berangkat ke Tanah Suci awal Mei nanti, ditemani sang ayah dan bibinya.
Namun begitu, perjalanan spiritual Aila ini punya latar belakang yang mendalam. Ia berangkat menggantikan ibunya yang telah meninggal dunia. Di sela-sela mengikuti manasik haji terintegrasi di Aula Masjid Raya Mujahidin, Aila mengungkapkan harapannya dengan polos.
"Senang bisa doakan ibu di sana," ujarnya.
Kalimat sederhana itu menyimpan kerinduan yang dalam.
Di sisi lain, gelombang keberangkatan dari Pontianak tahun ini memang luar biasa. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, tak menyangka jumlahnya bisa melonjak signifikan. "Ini luar biasa. Tahun ini mencapai 1.508 jemaah, bahkan perempuan lebih banyak dari laki-laki," katanya dengan nada kagum. Tahun sebelumnya, jumlah jemaah hanya 619 orang.
Dari ribuan calon haji itu, komposisinya cukup menarik: 843 jemaah perempuan dan 665 laki-laki. Rentang usianya juga ekstrem. Jika Aila mewakili yang termuda di usia 13 tahun, ada pula jemaah tertua yang berusia 83 tahun. Sebuah perjalanan iman yang menyatukan berbagai generasi dalam satu niat.
Artikel Terkait
PDIP Peringati Hari Lahir Pancasila, Hasto Kritik Kebijakan Fiskal Dianggap Tak Pihak ke Rakyat
Prabowo Siap Hadapi Perlawanan Kelompok Ilegal yang Hambat Transformasi Ekonomi
KPK Segera Tahan Dua Tersangka Swasta dalam Kasus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp622 Miliar
IRGC Klaim Hancurkan Pangkalan Udara AS sebagai Balasan atas Serangan di Iran